<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>Kilat dari Timur ——Anak Manusia telah muncul</title>
		<link>https://returnofjesus.at.ua/</link>
		<description>Blog</description>
		<lastBuildDate>Tue, 16 Jun 2020 06:29:57 GMT</lastBuildDate>
		<generator>uCoz Web-Service</generator>
		<atom:link href="https://returnofjesus.at.ua/blog/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
		
		<item>
			<title>Kesaksian dan Pengalaman Orang Kristen - Pertobatan Seorang Perwira - Subtitle Indonesia</title>
			<description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Tuhan Yesus berkata: Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat. (Matius 4:17)Bagaimana seharusnya orang Kristen bertobat sehingga selaras dengan Tuhan?Apakah berdoa kepada Tuhan adalah &lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/testimonies/what-is-true-repentance.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;pertobatan sejati&lt;/a&gt;?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/FtL3XeiTwLM&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/videos/from-the-jaws-of-death-movie.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kesaksian kristen&lt;/a&gt; - Pertobatan Seorang Perwira - Kesaksian Sejati Orang Kristen&lt;br /&gt;
Tokoh utama dalam Pertobatan Seorang Perwira adalah anak seorang petani sederhana. Setelah bergabung dengan...</description>
			<content:encoded>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Tuhan Yesus berkata: Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat. (Matius 4:17)Bagaimana seharusnya orang Kristen bertobat sehingga selaras dengan Tuhan?Apakah berdoa kepada Tuhan adalah &lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/testimonies/what-is-true-repentance.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;pertobatan sejati&lt;/a&gt;?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/FtL3XeiTwLM&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/videos/from-the-jaws-of-death-movie.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kesaksian kristen&lt;/a&gt; - Pertobatan Seorang Perwira - Kesaksian Sejati Orang Kristen&lt;br /&gt;
Tokoh utama dalam Pertobatan Seorang Perwira adalah anak seorang petani sederhana. Setelah bergabung dengan ketentaraan, dia dengan cepat mulai mengikuti aturan tak tertulis di kesatuannya dalam upaya untuk mendapatkan status, pujian dan promosi, dia menjilat dan menyanjung atasannya, mentraktir mereka makan, dan membelikan mereka hadiah. Dia naik pangkat menjadi komandan batalion dan mulai berjalan di jalan kerusakan. Dia membuka lembaran baru setelah percaya kepada Tuhan dan meninggalkan ketentaraan, hanya untuk mendapati dirinya masih terikat oleh falsafah dan hukum Iblis. Agar dapat menjadi pemimpin gereja, dia kembali menggunakan cara-cara curang, tetapi akhirnya disingkapkan dan ditangani oleh saudara-saudari. Dia merasa tertekan dan sedih karena gagal mendapatkan posisi itu. Melalui penghakiman dan penyingkapan firman Tuhan, perlahan-lahan dia mulai memahami esensi dan akibat dari mengejar status, dan dia mulai mengejar kebenaran dan menempuh jalan yang benar dalam kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://returnofjesus.at.ua/blog/pertobatan_petugas/2020-06-16-219</link>
			<category>Kilat dari Timur - Kesaksian</category>
			<dc:creator>leocuit8</dc:creator>
			<guid>https://returnofjesus.at.ua/blog/pertobatan_petugas/2020-06-16-219</guid>
			<pubDate>Tue, 16 Jun 2020 06:29:57 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Refleksi Kristen: Aku Memiliki Jalan untuk Menyingkirkan Dosa</title>
			<description>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;&lt;!--td {border: 1px solid #ccc;}br {mso-data-placement:same-cell;}--&gt;
&lt;/style&gt;
&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Apakah engkau masih bergumul dalam penderitaan karena dosa? Apakah engkau putus asa dan kecewa karena engkau hidup terjebak dalam siklus berbuat dosa dan bertobat? Apa yang harus kita lakukan untuk melepaskan diri dari ikatan dosa? Aku berharap dengan membaca artikel ini engkau akan terbantu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size:24px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/gospel/how-to-get-rid-of-sin.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Refleksi Kristen&lt;/a&gt;: Aku Memiliki Jalan untuk Menyingkirkan Dosa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Oleh Anna, Jerman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Menangis dal...</description>
			<content:encoded>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;&lt;!--td {border: 1px solid #ccc;}br {mso-data-placement:same-cell;}--&gt;
&lt;/style&gt;
&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Apakah engkau masih bergumul dalam penderitaan karena dosa? Apakah engkau putus asa dan kecewa karena engkau hidup terjebak dalam siklus berbuat dosa dan bertobat? Apa yang harus kita lakukan untuk melepaskan diri dari ikatan dosa? Aku berharap dengan membaca artikel ini engkau akan terbantu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size:24px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/gospel/how-to-get-rid-of-sin.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Refleksi Kristen&lt;/a&gt;: Aku Memiliki Jalan untuk Menyingkirkan Dosa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Oleh Anna, Jerman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Menangis dalam Dosa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Pada tahun 2001, aku mengikuti ibuku untuk percaya kepada Tuhan, dan tak lama kemudian, aku bergabung dengan gereja dan memulai pelayananku. Aku melihat bahwa saudara-saudariku dapat saling mengasihi, seperti keluarga, yang membuatku merasa sangat dekat dengan mereka. Aku suka menghadiri pertemuan dan menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Tuhan bersama saudara-saudariku, dan di hatiku, aku memandang gereja ini seperti keluargaku sendiri. Setelah itu, aku mengikuti ujian masuk ke sebuah institut teologi dan mulai mempelajari Alkitab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Perlahan-lahan, aku menemukan semakin banyak hal yang melanggar hukum di dalam gereja. Banyak saudara-saudari yang hidup dalam dosa dan tidak dapat menerapkan ajaran Tuhan. Ketua sekolah Minggu kami dan istrinya sering kali bersekongkol untuk mengambil keuntungan bagi diri mereka sendiri. Ketika organisasi-organisasi kemanusiaan menyumbangkan bantuan, mereka akan segera mengambil sebagian barang terbaik bagi diri mereka sendiri, dan bahkan pendeta kami mengambil bagian dalam perilaku ini, tetapi keluarga-keluarga miskin di gereja jarang mendapatkan apa pun. Khususnya, para pemimpin kelompok kecil, mereka juga sombong dan congkak. Mereka sering meninggikan diri di hadapan kami dan memberikan larangan-larangan bagi orang lain. Para anggota gereja melayani Tuhan demi status dan kepentingan mereka sendiri, dan mereka sering menganggap gereja-gereja lain sebagai gereja yang jelek dan meremehkan orang lain. Sementara perkataan dan tindakan mereka di dalam gereja tampak saleh, mereka menjalani hidup dengan kecongkakan, kelicikan, dan keegoisan, seolah-olah mereka adalah orang yang sama sekali berbeda. Aku juga sama. Di gereja aku berperilaku sangat baik, dan bahkan ketika orang lain memintaku untuk melakukan hal-hal yang tidak kusukai, aku akan melakukan yang terbaik untuk menanggungnya, mengatasi rasa ketidaknyamananku, dan tidak mengungkapkan ketidaksenanganku, tetapi di rumah aku bersikap seenaknya, mementingkan diri sendiri, dan kadang-kadang bahkan meneriaki ibuku. Setelah aku menikah, jika suami dan anakku tidak melakukan apa yang kuminta, aku akan marah kepada mereka. Aku memikirkan bagaimana di sekolah Minggu aku mengajarkan anak-anak untuk melaksanakan ajaran Tuhan dan bersikap mengasihi dan toleran terhadap orang lain, tetapi aku tidak bisa menerapkan hal-hal itu dalam hidupku sendiri, dan aku menyadari bahwa aku hidup dalam dosa. Aku sering berdoa minta pengampunan Tuhan untuk hal ini, tetapi tidak ada yang berubah. Aku merasa putus asa dan bingung. Rasul Paulus berkata: &quot;Karena itu sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus, yang tidak hidup mengikuti daging, tetapi mengikuti Roh. Karena hukum roh kehidupan dalam Kristus Yesus telah membuatku bebas dari hukum dosa dan maut&quot; (Roma 8:1-2). Kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, dan Tuhan mengampuni dosa-dosa kita. Dosa kita dihapuskan, yang seharusnya berarti bahwa kita tidak lagi berbuat dosa, tetapi mengapa aku masih hidup dalam dosa? Mengapa aku tidak bisa menerapkan ajaran Tuhan? Kapan akhirnya aku akan bisa berhenti berbuat dosa?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Aku bertanya kepada para pengkhotbah tentang kebingunganku, tetapi mereka tidak punya jawabannya. Mereka hanya mengatakan kepadaku untuk beriman kepada Tuhan. Jawaban mereka membuatku merasa tak memiliki jalan apa pun. Pertemuan gereja tidak lagi membantuku, jadi aku berhenti pergi ke pertemuan. Setelah itu, aku sering menonton film-film Kristen di YouTube, mencari makanan rohani kehidupan. Aku menonton banyak khotbah dan ceramah dari banyak pendeta dan penatua, tetapi tidak ada yang bisa membantuku berubah, juga tidak ada yang dapat memberikanku pertumbuhan dalam &lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/testimonies/personal-christian-devotion.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kehidupan rohani&lt;/a&gt;. Aku masih hidup dalam keadaan berdosa pada siang hari dan mengakui dosa-dosaku pada malam hari. Aku tidak tahu kapan aku bisa berhenti berbuat dosa, dan aku sering kali berdoa, menangis, dan memohon kepada Tuhan agar membantuku mengatasi masalah ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://returnofjesus.at.ua/ezgif.com-resize-1--7.jpg&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Terang Muncul Saat Tuhan Mendengarkan Doa-doaku&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Suatu hari di tahun 2018, ketika aku mencari film-film Kristen, sebuah film berjudul&amp;nbsp;Di Mana Rumahku?&amp;nbsp;menarik perhatianku, jadi karena penasaran, aku mengklik dan menontonnya. Dalam film itu, aku melihat bahwa sang tokoh utama dan para pengkhotbahnya tidak membaca Alkitab, melainkan membaca buku yang berjudul Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia. Aku belum pernah melihat buku ini sebelumnya, tetapi perkataan dalam buku itu berisikan kebenaran dan mampu memecahkan kesulitan praktis manusia. Tokoh utama di film itu, Wen Ya, telah mengalami perceraian orangtuanya saat dia masih kanak-kanak, setelah itu dia menanggung penderitaan karena ibunya sakit parah dan ayahnya meninggal. Namun ketika dia merasa putus asa dan tanpa pengharapan, Tuhanlah yang menyelamatkannya. Firman dalam Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia memungkinkan Wen Ya untuk memahami bahwa kita, sebagai manusia, telah dirusak oleh Iblis, dan kita semua hidup dalam kesengsaraan tanpa pengharapan untuk melepaskan diri, dan bahwa hanya dengan datang ke hadapan Tuhan kita dapat menemukan perlindungan dan hidup berbahagia. Di kemudian hari, Wen Ya bisa keluar dari kesengsaraannya dan menemukan rumahnya yang sebenarnya. Dari film itu, aku melihat bahwa firman dalam buku Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia benar-benar luar biasa. Fiman itu mampu memberiku kekuatan. Aku berpikir, &quot;Siapa yang dapat memungkinkan kita untuk mengetahui watak Tuhan? Siapa yang bisa dengan jelas menjelaskan keberdosaan dan kejahatan umat manusia? Siapa yang bisa memahami alasan mengapa umat manusia hidup dalam kesengsaraan? Dan siapa lagi yang bisa memecahkan masalah manusia yang hidup dalam kesengsaraan?&quot; Aku merasa bahwa firman ini memiliki otoritas, dan tidak dapat diucapkan oleh manusia mana pun. Aku sangat tertarik dengan buku ini, karena aku merasa bahwa firman ini dapat meningkatkan hubunganku dengan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Jadi, aku terus menonton film-film dari Gereja&amp;nbsp;Tuhan Yang Mahakuasa. Aku menonton film&amp;nbsp;Keselamatan, di mana sang tokoh utama dengan antusias mengorbankan dirinya untuk Tuhan, meninggalkan segalanya untuk memenuhi tugasnya, dan meskipun PKT (Partai Komunis Tiongkok) menangkap dan menyiksanya, dia melanjutkan tugasnya setelah dibebaskan. Dia berpikir bahwa karena dia telah menderita, melakukan perjalanan jauh, memahami banyak kebenaran, dan merupakan seseorang yang memiliki pengetahuan tentang Tuhan, dia seharusnya memenuhi syarat untuk masuk ke dalam kerajaan surga. Namun kemudian, ujian mendadak datang kepadanya. Istrinya ditangkap dan disiksa sampai mati oleh polisi PKT, dan ketika dia mengetahui hal ini, dia mengeluh kepada Tuhan, menyalahkan Tuhan, salah paham terhadap Tuhan, dan kehilangan imannya kepada Tuhan. Dalam kesengsaraannya, melalui&amp;nbsp;firman Tuhan&amp;nbsp;Yang Mahakuasa, dia tiba pada tahap merenungkan firman tersebut, dan menyadari bahwa dia percaya kepada Tuhan dan melakukan tugasnya untuk mendapatkan berkat, dan bahwa ketika ujian datang, dia masih mampu salah paham dan menyalahkan Tuhan. Setelah itu, dengan membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, dia memahami bahwa dia masih bisa memberontak dan menentang Tuhan, dan bahwa dia belum benar-benar mendapatkan keselamatan. Hanya mereka yang memiliki kasih dan ketaatan yang tulus kepada Tuhan dapat mencapai keselamatan penuh. Ketika dia menjalani ujian ini, pandangannya yang keliru dan gagasannya yang salah tentang kepercayaan kepada Tuhan diubahkan, dia mengembangkan iman yang baru kepada Tuhan, dan dia terus melayani Tuhan. Menonton film itu membuatku menyadari bahwa kasihku kepada Tuhan sama sekali tidak cukup. Jika aku berada di posisi yang sama dengan sang tokoh utama, aku tidak tahu apakah aku akan bisa tetap setia kepada Tuhan. Pengalaman sang tokoh utama di film tersebut memberiku keyakinan bahwa aku harus memperkuat imanku, terus mengikuti Tuhan, dan mengalami keadaan yang serupa agar Tuhan dapat menyucikan watakku yang rusak, karena hanya dengan begitu aku akan dapat memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam kerajaan surga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Kemudian, ketika aku menonton film tentang penangkapan, kesengsaraan, dan penyiksaan yang diderita oleh saudara-saudari di&amp;nbsp;Gereja Tuhan Yang Mahakuasa&amp;nbsp;di tangan PKT, aku memperhatikan bahwa sementara mereka mengalami penganiayaan dan ujian, firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah dasar dari iman mereka. Aku sangat ingin membaca firman ini, karena aku merasa firman ini adalah kebenaran; jika tidak, akan sangat sulit bagi saudara-saudari ini untuk tetap setia dan mengikuti Tuhan sementara mereka dianiaya dengan kejam oleh pemerintah PKT. Aku sangat mengagumi iman dan kerinduan mereka yang tak tergoyahkan untuk melayani Tuhan, dan aku merasa bahwa ini adalah hasil yang dicapai oleh &lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/work-of-the-holy-spirit-work-of-satan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;pekerjaan Roh Kudus&lt;/a&gt;, karena tidak mungkin bagi manusia untuk menghasilkan kesaksian seperti itu. Setelah melihat semua hal ini, aku bahkan menjadi semakin ingin tahu tentang Gereja Tuhan Yang Mahakuasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Hatiku Bersukacita Saat Aku Menemukan Jalan untuk Menyingkirkan Dosa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Akhirnya, aku mengunjungi situs web Gereja Yang Mahakuasa dan melakukan kontak dengan saudara-saudari dari gereja tersebut. Pada pertemuan pertama kami, Saudara Zheng bersekutu denganku, &quot;Semakin lama semakin banyak hal yang melanggar hukum terjadi di gereja. Khotbah para pendeta dan penatua terdengar klise, basi, dan tak bernyawa, pertemuan gereja tidak menyediakan makanan rohani, dan orang-orang percaya hampir semuanya hidup dalam siklus berbuat dosa dan bertobat. Alasannya adalah karena pekerjaan Roh Kudus telah berpindah. Tuhan telah datang kembali berinkarnasi untuk mengakhiri Zaman Kasih Karunia, memulai Zaman Kerajaan, dan melakukan pekerjaan menghakimi dan menyucikan umat manusia. Roh Kudus telah meninggalkan gereja-gereja Zaman Kasih Karunia dan berpindah ke gereja-gereja Zaman Kerajaan, dan sekarang Roh Kudus bekerja dalam diri semua orang yang menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman. Jadi, karena sekarang gereja-gereja Zaman Kasih Karunia tidak memiliki pekerjaan Roh Kudus, mereka tidak dapat memberikan sumber air hidup, orang pun terjebak dalam kegelapan, dan karenanya mereka menjadi semakin bejat. Hal ini menggenapi nubuat Tuhan Yahweh, &apos;&lt;strong&gt;Aku juga telah menahan hujan darimu, saat tiga bulan lagi menjelang panen: satu kota akan turun hujan, dan kota yang lain tidak turun hujan: satu bagian turun hujan, dan bagian yang tidak mendapatkan hujan itu layu&lt;/strong&gt;&apos; (Amos 4:7). Hanya dengan mengikuti jejak langkah Tuhan, kita dapat menerima pekerjaan dan bimbingan Roh Kudus, dan hanya dengan penyediaan dan penyiraman dari firman Tuhanlah roh kita yang haus akhirnya dipuaskan.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Hanya pada saat itulah aku mengerti bahwa gereja kita tidak memiliki pekerjaan Roh Kudus karena Tuhan telah datang untuk melakukan tahap pekerjaan yang baru, dan pekerjaan Roh Kudus telah berpindah. Aku merasa bahwa persekutuan Saudara Zheng mengandung terang, bahwa terdapat bimbingan Tuhan dalam persekutuannya tersebut, tetapi aku juga agak bingung, &quot;Aku percaya bahwa Tuhan Yesus mungkin memang telah datang kembali, tetapi Tuhan Yesus sudah menyelamatkan kita. Ketika Tuhan datang kembali, Dia seharusnya secara langsung mengangkat kita ke dalam kerajaan surga. Mengapa Dia harus melakukan pekerjaan menghakimi dan menyucikan manusia? Apa yang terjadi di sini?&quot; Jadi, aku menjelaskan kebingunganku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Setelah dia mendengarkan aku, Saudara Zheng bersekutu, &quot;Banyak saudara-saudari yang memegang pandangan ini. Mereka percaya bahwa selama kita menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat kita, dosa-dosa kita diampuni, kita ditebus, dan bahwa begitu Tuhan datang kembali, kita akan langsung diangkat ke surga. Namun, sudahkah kita mempertimbangkan apakah pandangan seperti ini sesuai dengan kebenaran? Apakah Tuhan Yesus berkata bahwa jika dosa kita diampuni, kita dapat masuk ke dalam kerajaan surga? Apakah Roh Kudus pernah mengatakan hal seperti itu? Tuhan Yahweh berkata, &apos;&lt;strong&gt;Karena itu jadilah kudus, sebab Aku ini kudus&lt;/strong&gt;&apos; (Imamat 11:45). Tuhan Yesus berkata, &apos;&lt;strong&gt;Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga&lt;/strong&gt;&apos; (Matius 7:21). Tuhan itu benar dan kudus, jadi hanya mereka yang watak rusaknya disucikan dan yang melakukan kehendak Tuhan yang bisa masuk ke dalam kerajaan surga. Kita penuh dengan kotoran, dan masih bisa memberontak dan menentang Tuhan. Jika Dia ingin membawa orang seperti kita langsung masuk ke dalam kerajaan surga, bagaimana kebenaran dan kekudusan Tuhan akan diungkapkan? Jadi, gagasan bahwa &apos;kita bisa masuk ke dalam kerajaan surga jika dosa kita diampuni&apos; tidaklah sesuai dengan firman Tuhan, atau dengan kehendak Tuhan. Hanya mereka yang menyingkirkan watak rusak mereka dan menjadi orang yang mampu melakukan kehendak Tuhanlah yang dapat masuk ke dalam kerajaan surga. Mari kita membaca beberapa bagian dari firman Tuhan Yang Mahakuasa dan engkau akan mengerti dengan lebih jelas. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman, &apos;&lt;strong&gt;Pada masa itu, pekerjaan Yesus adalah penebusan seluruh umat manusia. Dosa-dosa semua orang yang percaya kepada-Nya diampuni; asalkan engkau percaya kepada-Nya, Dia akan menebusmu; jika engkau percaya kepada-Nya, engkau bukan lagi orang berdosa, engkau telah dibebaskan dari dosa-dosamu. Inilah yang dimaksud dengan diselamatkan dan dibenarkan oleh iman. Namun di antara orang-orang percaya, masih ada yang memberontak dan melawan Tuhan, dan secara bertahap harus dibuang. Keselamatan tidak berarti manusia telah sepenuhnya didapatkan oleh Yesus, tetapi manusia tidak lagi terikat oleh dosa, dosa-dosanya telah diampuni: asalkan engkau percaya, engkau tidak akan pernah lagi terikat oleh dosa&lt;/strong&gt;&apos; ((&apos;Visi Pekerjaan Tuhan (2)&apos; dalam &apos;Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia&apos;) &apos;&lt;strong&gt;Dosa manusia dapat diampuni melalui korban penghapusan dosa, tetapi manusia belum mampu menyelesaikan masalah bagaimana ia dapat untuk tidak lagi berbuat dosa dan bagaimana agar natur dosanya dapat dibuang sepenuhnya dan diubahkan. Dosa manusia diampuni karena pekerjaan penyaliban Tuhan, tetapi manusia tetap hidup dalam watak lama Iblis yang rusak. Dengan demikian, manusia harus sepenuhnya diselamatkan dari watak rusak Iblis sehingga natur dosa manusia sepenuhnya dibuang dan tidak akan pernah lagi berkembang, sehingga memungkinkan watak manusia berubah. Hal ini mengharuskan manusia memahami jalan pertumbuhan dalam kehidupan, jalan hidup, dan cara untuk mengubah wataknya. Hal ini juga mengharuskan manusia untuk bertindak sesuai dengan jalan ini sehingga watak manusia dapat secara bertahap diubahkan dan ia dapat hidup di bawah cahaya terang, sehingga segala sesuatu yang ia lakukan sesuai dengan kehendak Tuhan, sehingga ia dapat membuang watak rusak Iblisnya, dan supaya dia dapat membebaskan dirinya dari pengaruh kegelapan Iblis, sehingga ia pun benar-benar lepas dari dosa. Hanya dengan begitu, manusia akan menerima keselamatan yang lengkap&lt;/strong&gt;&apos; (&apos;Misteri &lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/God-s-incarnation-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Inkarnasi&lt;/a&gt; (4)&apos; dalam &apos;Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia&apos;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&quot;Seperti yang kita semua ketahui, manusia pada akhir Zaman Hukum Taurat telah dirusak semakin dalam oleh Iblis. Tidak seorang pun dapat menaati hukum Taurat atau perintah, dan tidak ada korban persembahan yang bisa menebus dosa-dosa mereka. Mereka semua menghadapi risiko dikutuk dan dihukum mati oleh hukum Taurat. Untuk menyelamatkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat dari ancaman kematian, Tuhan secara pribadi berinkarnasi menjadi daging sebagai Tuhan Yesus dan melakukan pekerjaan penebusan. Dia melakukan pekerjaan-Nya di atas bumi, dan akhirnya disalibkan di atas kayu salib sebagai manusia tanpa dosa, menjadi korban penghapus dosa bagi umat manusia, yang menebus umat manusia dari dosa mereka. Siapa saja yang menerima pekerjaan Tuhan Yesus, sejauh mereka mengakui dosa-dosa mereka kepada Tuhan dan bertobat, dosa-dosanya akan diampuni, dan tidak lagi dikutuk dan dihukum mati oleh hukum Taurat, dan mereka juga akan menikmati kasih karunia dan berkat Tuhan yang melimpah. Bagi mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, ini adalah keselamatan. Jadi, ketika kita mengatakan bahwa kita diselamatkan karena percaya kepada Tuhan Yesus, kita merujuk terutama pada fakta bahwa kita telah lolos dari penghukuman dan kutuk hukum Taurat. Namun, apakah percaya dan diselamatkan berarti bahwa kita disucikan? Meskipun, setelah kita percaya kepada Tuhan, secara lahiriah kita melakukan beberapa perbuatan baik, sanggup menanggung penderitaan dan kesulitan, memberikan persembahan dan melakukan pelayanan, melakukan pekerjaan Tuhan, dan sebagainya, watak-watak kita yang rusak masih mengakar jauh di dalam diri kita. Natur Iblis seperti kecongkakan, keegoisan, kelicikan, keserakahan, dan kejahatan sudah menjadi hidup kita. Kita dikendalikan oleh natur Iblis ini, kita masih mampu berbuat dosa tanpa sengaja dan menentang Tuhan, dan kita tidak bisa menerapkan ajaran Tuhan sama sekali. Dalam kehidupan kita sehari-hari, misalnya, ketika perkataan orang lain melukai keangkuhan kita, meskipun kita mungkin tidak mengatakan apa-apa, kita mengembangkan prasangka dalam hati kita, dan bahkan dapat mengutuk orang lain. Kita sama sekali tidak toleran atau sabar, apalagi mengasihi musuh-musuh kita. Kita juga sering berbohong dan menipu, sehingga gagal menjadi orang yang jujur, demi melindungi reputasi, status, dan kepentingan kita sendiri. Juga, ketika Tuhan memberkati kita, kita mengucap syukur dan memuji Tuhan, dan memiliki motivasi yang lebih besar untuk mengorbankan diri bagi Tuhan, tetapi ketika bencana menimpa kita, kita mengeluh dan salah paham terhadap Tuhan, tidak mau mengorbankan diri untuk Tuhan, dan dalam kasus-kasus serius kita mengkhianati Tuhan. Daftar ini terus berlanjut. Masih ada begitu banyak kerusakan dalam diri kita, jadi bagaimana mungkin Tuhan mengangkat kita ke dalam kerajaan-Nya? Jelas sekali, fakta bahwa dosa-dosa kita diampuni karena kita percaya bukan berarti kita telah disucikan, karena Tuhan Yesus hanya menebus dosa-dosa kita, bukan natur Iblis dalam diri kita. Jika kita tidak memecahkan masalah yang berkaitan dengan natur Iblis dalam diri kita, bahkan jika dosa-dosa kita diampuni seribu atau sepuluh ribu kali, kita masih tidak bisa masuk ke dalam kerajaan surga. Jadi, berdasarkan kebutuhan kita, pada akhir zaman Tuhan sekali lagi muncul berinkarnasi untuk melakukan pekerjaan penghakiman dan penyucian lebih lanjut, mengungkapkan semua kebenaran yang kita butuhkan untuk disucikan, menyingkapkan fakta sebenarnya tentang kerusakan kita oleh Iblis, menyingkapkan akar dosa kita dan penolakan kita terhadap Tuhan, dan menunjukkan jalan bagi kita untuk mengubah watak kita yang rusak. Jika kita menerima penghakiman dan hajaran dari firman Tuhan, rajin membaca firman Tuhan, dan dengan sungguh-sungguh mengejar kebenaran, watak kita yang rusak secara bertahap akan disucikan dan diubahkan, dan akhirnya kita akan menjadi orang yang benar-benar menaati dan mengasihi Tuhan. Dengan melakukan hal ini, kita akan menjadi orang yang sepenuhnya diselamatkan oleh Tuhan, dan hanya dengan begitu kita dapat masuk ke dalam kerajaan Tuhan.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://returnofjesus.at.ua/ezgif.com-resize-15.jpg&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Setelah mendengarkan firman Tuhan yang Mahakuasa dan persekutuan Saudara Zheng, aku mengerti bahwa Tuhan Yesus hanya mengampuni dosa-dosa kita, dan bahwa diselamatkan karena kita percaya hanya berarti bahwa kita tidak dikutuk atau dihukum mati oleh hukum Taurat, tetapi bukan berarti bahwa kita disucikan. Aku memikirkan bagaimana, terlepas dari fakta bahwa di gereja aku bisa bersikap toleran dan mengendalikan perasaanku, di rumah aku berubah-ubah dan mementingkan diri sendiri. Terutama ketika keluargaku mengatakan atau melakukan hal-hal yang bertentangan dengan keinginanku, aku bisa kehilangan kesabaranku. Meskipun aku mengakui dosaku dan bertobat kepada Tuhan setiap kali aku kehilangan kesabaran, hal itu akan terjadi lagi berikutnya. Aku tidak bisa mengubahnya. Aku akhirnya menyadari bahwa ini adalah karena keberdosaan di dalam diriku belum dihapuskan. Dalam Wahyu 21:27 dikatakan, &quot;&lt;strong&gt;Dan sekali-kali tidak akan masuk ke sana segala sesuatu yang mencemarkan, siapa pun yang melakukan kekejian, atau berdusta.&lt;/strong&gt;&quot; Orang berdosa tidak bisa masuk ke dalam kerajaan Tuhan. Bagaimana mungkin seseorang seperti aku, yang penuh dengan watak yang rusak, bisa mendapatkan perkenanan Tuhan dan langsung dibawa masuk ke dalam kerajaan surga? Aku sekarang menyadari bahwa amat perlu Tuhan datang kembali pada akhir zaman untuk melakukan pekerjaan penghakiman dan penyucian umat manusia! Setelah aku memahami hal-hal ini, aku merasa sangat bersemangat, tetapi aku masih belum terlalu memahami bagaimana Tuhan menghakimi dan menyucikan manusia. Aku menyadari bahwa, dengan begitu banyak hal yang tidak suci dalam diriku, jika Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman, bukankah aku akan dihukum? Jadi, sekali lagi aku menjelaskan kebingunganku, dan meminta persekutuan dari Saudara Zheng.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Ketika selesai mendengarkanku, dia tersenyum dan berkata, &quot;Alasan kita memiliki pemikiran seperti itu adalah karena kita kurang memiliki pengetahuan tentang pekerjaan penghakiman Tuhan! Pada akhir zaman, Tuhan telah mengungkapkan firman-Nya untuk melakukan pekerjaan penghakiman bukan karena Dia mengutuk dosa-dosa kita, tetapi untuk menyucikan, menyelamatkan kita, memungkinkan kita untuk melihat fakta kerusakan kita oleh Iblis yang sebenarnya melalui penyingkapan dalam firman-Nya, memungkinkan kita untuk mengenali natur dan esensi kita dalam menolak dan mengkhianati Tuhan, dan pada saat yang sama memungkinkan kita untuk mengetahui bahwa watak Tuhan yang benar tidak menoleransi kejahatan, memungkinkan kita untuk mengembangkan hati yang takut akan Tuhan, memungkinkan kita untuk membenci dan mengutuk natur Iblis dalam diri kita dari lubuk hati kita yang terdalam, memungkinkan kita untuk melepaskan diri dari watak-watak Iblis yang rusak dalam diri kita, memungkinkan kita untuk menjalani hidup serupa manusia yang sejati, dan untuk memperoleh keselamatan penuh dari Tuhan. Sebenarnya, pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman adalah kasih dan keselamatan-Nya yang terbesar bagi umat manusia! Jadi, bagaimana Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman dan menyucikan orang? Mari kita membaca firman Tuhan untuk mempelajari lebih lanjut tentang aspek kebenaran ini.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Dia membuka sebuah kitab dari firman Tuhan dan membaca, &quot;&lt;strong&gt;Pada akhir zaman, Kristus menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan hakikat manusia, dan membedah perkataan dan perbuatan-perbuatannya. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia harus menaati Tuhan, bagaimana setia kepada Tuhan, bagaimana hidup dalam kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan lain-lain. Firman ini semuanya ditujukan pada hakikat manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan diucapkan karena manusia merupakan perwujudan Iblis dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan bukannya begitu saja menjelaskan tentang natur manusia hanya dengan beberapa kata. Dia menyingkapkannya, menanganinya, dan memangkasnya sekian lama. Cara-cara penyingkapan, penanganan, dan pemangkasan ini tidak bisa digantikan dengan perkataan biasa, tetapi dengan kebenaran yang tidak dimiliki oleh manusia sama sekali. Hanya cara-cara seperti ini yang dianggap penghakiman, hanya melalui penghakiman jenis ini manusia bisa ditundukkan dan diyakinkan sepenuhnya untuk tunduk kepada Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan. Tujuan pekerjaan penghakiman agar manusia mengetahui wajah Tuhan yang sejati dan kebenaran tentang pemberontakannya sendiri. Pekerjaan penghakiman memungkinkan manusia untuk mendapatkan banyak pemahaman akan kehendak Tuhan, tujuan pekerjaan Tuhan, dan misteri-misteri yang tidak dapat dipahami manusia. Pekerjaan ini juga memungkinkan manusia untuk mengenali dan mengetahui hakikatnya yang rusak dan akar dari kerusakannya, dan juga mengungkapkan keburukan manusia. Semua hasil ini dicapai melalui pekerjaan penghakiman, karena substansi pekerjaan ini adalah pekerjaan membukakan kebenaran, jalan, dan hidup Tuhan kepada semua orang yang beriman kepada-Nya. Pekerjaan ini adalah pekerjaan penghakiman yang dilakukan oleh Tuhan&lt;/strong&gt;&quot; (&quot;Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran&quot; dalam &quot;Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia&quot;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Dengan tersenyum, dia bersekutu, &quot;Firman Tuhan menyatakan dengan sangat jelas bahwa pada akhir zaman, Dia mengungkapkan banyak aspek kebenaran untuk menghakimi dan menyucikan orang. Tuhan mengungkapkan esensi dari natur kita yang rusak, banyak gagasan kita tentang Tuhan dan kekeliruan yang terkubur jauh di dalam hati kita mengenai kepercayaan kepada Tuhan, serta segala macam watak Iblis dalam diri kita, dan banyak lagi. Dalam firman Tuhan, kita melihat bahwa kita dirusak terlalu dalam oleh Iblis, dan bahwa racun, falsafah, dan logika Iblis telah menjadi hidup kita. Dalam perkataan dan perbuatan kita, kita menerapkan logika, prinsip, dan peribahasa jahat Iblis seperti. &apos;Tiap orang bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan yang ketinggalan akan dimangsa,&apos; &apos;Aku adalah tuhanku sendiri di seluruh surga dan bumi,&apos; &apos;Mereka yang bekerja keras dengan menggunakan pikirannya memerintah orang lain, dan mereka yang bekerja keras dengan tangannya diperintah orang lain,&apos; &apos;Manusia akan melakukan apa pun untuk menjadi kaya&apos; dan &apos;Manusia harus selalu berusaha menjadi lebih baik daripada sesamanya yang hidup saat ini.&apos; Kita menempatkan minat, kekayaan, reputasi, dan status kita di atas segalanya, dan dalam interaksi kita dengan orang lain, kita selalu ingin agar orang lain mematuhi kita. Apa pun yang kita lakukan, kita selalu merencanakan apa pun demi kepentingan kita. Di mana ada keuntungan yang bisa diperoleh, kita berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama melakukannya, sambil berusaha menunda atau meninggalkan hal-hal yang darinya kita tidak akan memperoleh apa pun. Bahkan ketika kita percaya kepada Tuhan, kita meninggalkan banyak hal dan mengorbankan diri untuk mendapatkan hadiah dan mahkota, berharap untuk menukarkan sesuatu yang harganya murah dengan berkat yang besar. Ada banyak contoh seperti itu. Semua perkataan dan perbuatan kita menyingkapkan watak yang rusak seperti kecongkakan, kepentingan diri sendiri, keegoisan, kehinaan, kejahatan, keserakahan, kelicikan, dan kebengkokan, dan kita tidak memiliki keserupaan dengan manusia yang sejati. Pada saat yang sama ketika kita mengalami penghakiman dan hajaran dari firman Tuhan, Tuhan juga mengatur berbagai keadaan untuk memangkas, menangani, menghajar, dan mendisiplin kita. Kadang-kadang, kita hidup berdasarkan falsafah Iblis dan tidak menerapkan kebenaran, sehingga kita jatuh ke dalam kegelapan dan tidak mampu merasakan kehadiran Tuhan, menyebabkan kita merasakan penderitaan dan kesengsaraan. Ketika kita datang ke hadirat Tuhan, berdoa dan berbalik arah, Tuhan menggunakan firman-Nya untuk menyalahkan kita, membuat kita mengenal diri kita sendiri, dan menemukan kebenaran yang tepat untuk diterapkan. Kadang-kadang, Tuhan akan mengerahkan orang, hal-hal, dan peristiwa untuk mengingatkan dan menangani kita, untuk membuat kita tahu bahwa watak Tuhan yang benar tidak menoleransi kejahatan, dan kita merefleksikannya pada diri kita sendiri, agar kita bisa mengetahui tentang pemberontakan dan penentangan kita sendiri. Kadang-kadang, firman Tuhan menghibur dan mendorong kita, memungkinkan kita untuk memahami maksud baik-Nya dalam menyelamatkan umat manusia, dan memungkinkan kita untuk tidak menjadi negatif atau lemah, memiliki tekad untuk mengejar kebenaran, dan mengejar perubahan watak. Ketika kita mengalami penghakiman dan hajaran Tuhan, kita mengembangkan pemahaman akan hal-hal yang positif dan negatif, dan kita juga tahu orang macam apa yang disukai dan tidak disukai Tuhan, dan orang macam apa yang Dia selamatkan dan singkirkan. Kita mengembangkan rasa takut dan ketaatan yang jauh lebih besar kepada Tuhan, dan kita mulai membenci natur Iblis dalam diri kita sendiri, mengkhianati logika Iblis, dan bertingkah laku seperti diri kita sendiri dan melakukan hal-hal yang sesuai dengan tuntutan Tuhan. Pandangan kita tentang berbagai hal mulai berubah, watak hidup kita secara bertahap berubah, dan kita mulai menjalani hidup seperti manusia. Kita benar-benar dapat merasakan bahwa pekerjaan penghakiman Tuhan itu praktis, bahwa pekerjaan penghakiman Tuhan itu benar-benar dapat menyucikan dan mengubah watak kita yang rusak, dan bahwa hanya dengan menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman kita dapat sepenuhnya membebaskan diri kita dari belenggu dosa, memperoleh keselamatan penuh dari Tuhan, dan dibawa masuk ke dalam kerajaan surga oleh Tuhan.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Melalui persekutuan Saudara Zheng tentang firman Tuhan Yang Mahakuasa, aku belajar bahwa pemahamanku tentang pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman adalah salah. Pemahamanku berdasarkan pada gagasan dan imajinasiku sendiri. Aku teringat perkataan Tuhan Yahweh: &quot;&lt;strong&gt;Karena rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalan-Ku bukanlah jalanmu, demikian firman Yahweh. Karena seperti langit lebih tinggi dari bumi, demikianlah jalan-Ku lebih tinggi dari jalanmu, dan rancangan-Ku dari rancanganmu&lt;/strong&gt;&quot; (Yesaya 55:8-9). Tuhan adalah Tuhan Sang Pencipta, perbuatan-Nya ajaib, tak terduga, dan penuh dengan hikmat-Nya, dan perbuatan-Nya itu bukanlah hal-hal yang dapat kita pahami dengan pikiran kita sendiri. Aku akhirnya mengerti bahwa tujuan pekerjaan penghakiman Tuhan bukanlah untuk mengutuk atau menghukum, melainkan untuk menyucikan dan mengubah watak kita yang rusak, dan untuk memungkinkan kita agar diselamatkan sepenuhnya oleh Tuhan. Setelah aku memahami hal-hal ini, aku tidak lagi takut. Sebaliknya, aku semakin ingin mengikuti Tuhan, dan aku bersukacita karena aku dapat mendengarkan suara Tuhan dan menemukan jalan untuk membebaskan diri dari dosa. Aku dengan senang hati menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Hidup dalam Terang, Mengejar Kebenaran&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Setelah aku menerima pekerjaan baru Tuhan, aku sering mendengarkan nyanyian pujian bagi Tuhan dan menonton film, obrolan singkat, dan sandiwara lucu di situs web Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, dan aku juga berpartisipasi dalam kehidupan bergereja bersama saudara-saudariku. Aku menikmati penyiraman dan penggembalaan dari firman Tuhan, minum air dari sungai kehidupan yang mengalir dari takhta Tuhan, rohku dipuaskan, dan aku tidak lagi haus. Dengan terus membaca firman Tuhan, aku jadi memahami beberapa aspek kebenaran, seperti tujuan dan pentingnya tiga tahap pekerjaan Tuhan, pentingnya nama Tuhan, misteri inkarnasi Tuhan, dan bagaimana cara memperoleh keselamatan penuh dan disucikan. Aku juga menjadi semakin tahu tentang watak Tuhan, aku melihat bahwa watak Tuhan tidak hanya berbelas kasih dan penyayang, tetapi Dia juga benar dan megah, dan aku melihat bahwa watak benar yang diungkapkan oleh Tuhan pada akhir zaman lebih mampu mengubah dan menyucikan natur rusak kita dan memungkinkan kita untuk mencapai keselamatan penuh. Sekarang, dalam hidupku sendiri, aku juga mulai berfokus untuk mengetahui watakku yang rusak, menerapkan kebenaran, dan bersikap toleran dan sabar dengan keluargaku. Bahwa aku dapat memahami hal-hal ini, semuanya adalah berkat pencerahan dan bimbingan Tuhan. Syukur kepada Tuhan!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://returnofjesus.at.ua/blog/how_to_escape_sin/2020-06-15-218</link>
			<category>Kilat dari Timur - Kesaksian</category>
			<dc:creator>leocuit8</dc:creator>
			<guid>https://returnofjesus.at.ua/blog/how_to_escape_sin/2020-06-15-218</guid>
			<pubDate>Mon, 15 Jun 2020 13:18:42 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Penampakan Tuhan Telah Mengantarkan Zaman yang Baru</title>
			<description>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Sekarang bencana menyerbu di mana-mana, nubuat tentang kembalinya Tuhan Yesus pada akhir zaman pada dasarnya telah terpenuhi, Tuhan Yesus telah kembali, dan Tuhan Yesus berkata, &amp;ldquo;Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu.&amp;rdquo;(Yohanes 16: 12-13) Tuhan Yesus memberi tahu kita bahwa Tuhan akan kembali pada akhir zaman utk memberi tahu kita lebih banyak kebenaran bagi umat manusia di akhir zaman.&lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/testimonies/last-days-are-here.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;yesus sedang datang&lt;/a&gt;,Ini adalah anugerah terbesar...</description>
			<content:encoded>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Sekarang bencana menyerbu di mana-mana, nubuat tentang kembalinya Tuhan Yesus pada akhir zaman pada dasarnya telah terpenuhi, Tuhan Yesus telah kembali, dan Tuhan Yesus berkata, &amp;ldquo;Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu.&amp;rdquo;(Yohanes 16: 12-13) Tuhan Yesus memberi tahu kita bahwa Tuhan akan kembali pada akhir zaman utk memberi tahu kita lebih banyak kebenaran bagi umat manusia di akhir zaman.&lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/testimonies/last-days-are-here.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;yesus sedang datang&lt;/a&gt;,Ini adalah anugerah terbesar bagi kita masing-masing orang Kristen karena dapat menerima kehidupan kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan,&amp;nbsp;tetapi di mana Tuhan menampakkan diri dan melakukan pekerjaan, bagaimana kita dapat mencari jejak Tuhan Yesus dan menerima kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan di akhir zaman? Silakan baca Firman Tuhan yang berjudul &quot;Penampakan Tuhan telah mengantarkan zaman yang baru&quot; Jawabannya ada di kata ini!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://returnofjesus.at.ua/ezgif.com-resize-1--3.jpg&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Penampakan Tuhan Telah Mengantarkan Zaman yang Baru&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Rencana pengelolaan enam ribu tahun Tuhan sudah hampir berakhir, dan gerbang kerajaan telah dibukakan bagi semua orang yang mencari penampakan-Nya. Saudara-saudari yang terkasih, apa lagi yang engkau sekalian tunggu? Apa yang engkau cari? Apakah engkau sedang menantikan Tuhan menampakkan diri? Apakah engkau mencari jejak langkah-Nya? Betapa orang mendambakan penampakan Tuhan! Betapa sulitnya menemukan jejak langkah Tuhan! Di zaman seperti ini, di dunia seperti ini, apa yang harus kita lakukan untuk bisa menyaksikan hari ketika Tuhan menampakkan diri? Apa yang harus kita lakukan untuk mengimbangi laju langkah kaki Tuhan? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini dihadapi oleh semua yang menantikan Tuhan menampakkan diri. Engkau sekalian sudah pernah mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan tersebut lebih dari sekali&amp;mdash;tetapi apa hasilnya? Di manakah Tuhan menampakkan diri? Di manakah jejak langkah Tuhan? Apakah engkau sudah mendapatkan jawabannya? Banyak orang akan menjawab seperti ini: Tuhan menampakkan diri di antara semua orang yang mengikuti-Nya dan jejak langkah-Nya ada di tengah-tengah kita; sesederhana itu! Siapa pun bisa saja mengetengahkan jawaban standar, tetapi apakah engkau sekalian paham apa yang dimaksud dengan penampakan Tuhan atau jejak langkah-Nya? Penampakan Tuhan berarti kedatangan-Nya ke bumi untuk melakukan pekerjaan-Nya secara pribadi. Dengan identitas dan watak-Nya sendiri, dan dengan cara yang khas diri-Nya, Ia turun ke antara umat manusia untuk melaksanakan pekerjaan-Nya yakni memulai sebuah zaman dan mengakhiri sebuah zaman. Penampakan seperti ini bukanlah semacam ritual. Bukan juga suatu tanda, gambaran, mukjizat, atau sejenis penglihatan yang hebat, apalagi semacam proses keagamaan. Penampakan ini merupakan fakta nyata dan aktual yang dapat disentuh dan dilihat siapa pun. Penampakan seperti ini bukan sekadar demi menjalani rutinitas, atau demi pekerjaan jangka pendek; tetapi demi suatu tahap pekerjaan dalam rencana pengelolaan-Nya. Penampakan Tuhan selalu penuh makna, dan senantiasa memiliki keterkaitan dengan rencana pengelolaan-Nya. Hal yang dimaksud dengan &quot;penampakan&quot; di sini sepenuhnya berbeda dari jenis &quot;penampakan&quot; ketika Tuhan membimbing, memimpin, dan mencerahkan manusia. Tuhan mengerjakan tahap pekerjaan-Nya yang hebat setiap kali Ia menyatakan diri-Nya. Pekerjaan ini berbeda dari pekerjaan di zaman lainnya. Pekerjaan ini tidak terbayangkan oleh manusia, dan belum pernah dialami manusia. Ini adalah pekerjaan yang memulai zaman yang baru dan mengakhiri zaman yang lama, dan merupakan bentuk pekerjaan baru yang lebih baik bagi keselamatan umat manusia; selain itu, inilah pekerjaan yang membawa umat manusia memasuki zaman yang baru. Inilah yang dinyatakan oleh penampakan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Setelah engkau sekalian memahami makna penampakan Tuhan, bagaimana seharusnya engkau mencari jejak langkah Tuhan? Pertanyaan ini tidaklah sulit untuk dijelaskan: di mana pun ada penampakan Tuhan, di situlah engkau akan menemukan jejak langkah-Nya. Penjelasan seperti ini terdengar lugas, tetapi sesungguhnya tidak semudah itu untuk dilaksanakan, sebab banyak orang tidak tahu di mana Tuhan menyatakan diri-Nya, apalagi di mana Ia bersedia atau harus menyatakan diri-Nya. Beberapa orang secara impulsif percaya bahwa di mana pun Roh Kudus bekerja, di sanalah Tuhan menampakkan diri. Atau jika tidak begitu, mereka percaya bahwa di mana pun ada tokoh-tokoh rohani, di situlah Tuhan menampakkan diri. Atau jika tidak begitu, mereka percaya bahwa di mana pun ada orang-orang tersohor, di situlah Tuhan menampakkan diri. Untuk sementara ini, mari kita kesampingkan dahulu benar atau salahnya kepercayaan-kepercayaan itu. Untuk menjelaskan pertanyaan semacam itu, pertama-tama kita harus memiliki tujuan yang jelas: kita sedang mencari jejak langkah Tuhan. Kita tidak sedang mencari tokoh rohani, apalagi mengejar tokoh ternama, melainkan sedang mengejar jejak langkah Tuhan. Oleh karena inilah, berhubung kita sedang mencari jejak langkah Tuhan, maka kita pun harus mencari kehendak Tuhan, firman Tuhan, perkataan Tuhan&amp;mdash;sebab, di mana pun ada firman baru yang diucapkan Tuhan, suara Tuhan ada di sana, dan di mana pun ada langkah kaki Tuhan, perbuatan Tuhan juga ada di sana. Di mana pun ada pengungkapan Tuhan, di sanalah Tuhan menampakkan diri, dan di mana pun Tuhan menampakkan diri, di situlah kebenaran, dan jalan, dan hidup ada. Dalam mencari jejak langkah Tuhan, engkau sekalian telah mengabaikan firman yang mengatakan bahwa &quot;Tuhan adalah kebenaran, dan jalan, dan hidup.&quot; Itulah sebabnya, banyak orang, bahkan pada saat mereka menerima kebenaran, tidak percaya bahwa mereka telah menemukan jejak langkah Tuhan, apalagi mengakui penampakan Tuhan. Ini kesalahan yang sangat fatal! Penampakan Tuhan tidak dapat diselaraskan dengan gagasan manusia, apalagi Tuhan dapat menampakkan diri atas perintah manusia. Tuhan membuat pilihan-pilihan-Nya sendiri dan memiliki rencana-rencana-Nya sendiri saat Ia melangsungkan pekerjaan-Nya; lagipula, Ia memiliki tujuan-tujuan dan cara-cara-Nya sendiri. Apa pun pekerjaan yang dilakukan-Nya, Ia tidak perlu membahasnya dengan manusia atau meminta nasihat manusia, apalagi memberi tahu setiap orang mengenai pekerjaan-Nya. Inilah watak Tuhan, yang harus, terlebih lagi, dikenali oleh semua orang. Jika ingin menyaksikan penampakan Tuhan, ingin mengikuti langkah kaki Tuhan, maka engkau sekalian harus pertama-tama meninggalkan gagasanmu sendiri. Engkau tidak boleh menuntut Tuhan melakukan ini atau itu, apalagi menempatkan-Nya dalam batas-batasmu sendiri dan membatasi-Nya dengan gagasan pribadimu. Akan tetapi, engkau sekalian harus bertanya bagaimana seharusnya engkau mencari jejak langkah Tuhan, bagaimana seharusnya menerima penampakan Tuhan, dan bagaimana harus berserah pada pekerjaan baru Tuhan; itulah yang manusia seharusnya lakukan. Oleh karena manusia itu bukan kebenaran, dan tidak memiliki kebenaran, manusia harus mencari, menerima, dan menaati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Tanpa memandang apakah engkau berkebangsaan Amerika, Inggris, atau warga negara lainnya, engkau harus melangkah keluar dari batas-batas kewarganegaraanmu sendiri, melampaui dirimu sendiri, dan memandang pekerjaan Tuhan dari sudut pandang makhluk ciptaan. Dengan cara ini, engkau tidak akan membatasi jejak langkah Tuhan. Hal ini dikarenakan sekarang ini, banyak orang menganggap bahwa tidak mungkin Tuhan akan menampakkan diri di negara tertentu atau di tengah-tengah bangsa tertentu. Betapa dalamnya makna pekerjaan Tuhan, dan betapa pentingnya penampakan Tuhan! Bagaimana mungkin gagasan dan pemikiran manusia mampu mengukurnya? Jadi, menurut hemat-Ku, engkau harus mendobrak gagasanmu tentang kebangsaan dan kesukuan untuk dapat mencari penampakan Tuhan. Hanya dengan demikianlah, engkau tidak akan dihambat oleh gagasanmu sendiri; hanya dengan demikianlah, engkau akan memenuhi syarat untuk menyambut penampakan Tuhan. Jika tidak begitu, engkau akan tetap berada dalam kegelapan abadi, dan tidak akan pernah berkenan di hadapan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Tuhan adalah Tuhan atas segenap umat manusia. Dia tidak menganggap diri-Nya sebagai milik pribadi suatu negara atau bangsa tertentu, melainkan menyibukkan diri dengan pekerjaan sebagaimana yang telah direncanakan-Nya, tanpa dihambat oleh bentuk, negara, atau bangsa apa pun. Mungkin engkau belum pernah membayangkan bentuk seperti ini, atau mungkin engkau menyikapi bentuk ini dengan penyangkalan, atau mungkin negara tempat Tuhan menyatakan diri-Nya dan bangsa yang di tengahnya Ia menyatakan diri-Nya kebetulan didiskriminasikan oleh semua orang, dan kebetulan merupakan negara dan bangsa paling terbelakang di bumi ini. Meski begitu, Tuhan memiliki hikmat-Nya sendiri. Dengan kuasa-Nya yang hebat dan melalui kebenaran dan watak-Nya, Ia telah benar-benar mendapatkan sekumpulan orang yang sepemikiran dengan-Nya, dan sekumpulan orang yang ingin disempurnakan-Nya&amp;mdash;sekumpulan orang yang telah ditaklukkan-Nya, yang setelah menanggung segala macam ujian dan kesukaran dan segala bentuk aniaya, sanggup mengikuti-Nya sampai pada akhirnya. Sasaran dari penampakan Tuhan, yang bebas dari segala hambatan bentuk atau negara, adalah untuk memungkinkan-Nya menunaikan pekerjaan yang telah direncanakan-Nya. Ini sama seperti saat Tuhan menjadi manusia di Yudea, tujuan-Nya adalah untuk menyelesaikan pekerjaan penyaliban dalam menebus segenap umat manusia. Namun, bangsa Yahudi berpendapat bahwa mustahil Tuhan melakukan ini, dan mereka pikir mustahil Tuhan dapat menjadi daging dan mengambil rupa Tuhan Yesus. &quot;Kemustahilan&quot; yang mereka pikirkan menjadi dasar alasan mereka mengutuk dan menentang Tuhan, dan pada akhirnya mendatangkan kehancuran bagi Israel. Sekarang ini, banyak orang telah melakukan kekeliruan serupa. Dengan sekuat tenaga, mereka menyerukan penampakan Tuhan yang sudah dekat, tetapi di saat bersamaan mengutuk penampakan-Nya; &quot;kemustahilan&quot; yang mereka pikirkan sekali lagi membatasi penampakan Tuhan dalam batas-batas imajinasi mereka sendiri. Demikianlah, Aku sudah menyaksikan banyak orang tertawa terbahak-bahak hingga parau setelah mendengar firman Tuhan. Namun, adakah perbedaan antara tawa ini dengan kutukan dan hujatan bangsa Yahudi? Engkau sekalian tidak menghormati hadirat kebenaran, terlebih lagi, sikapmu bukanlah sikap yang mendambakan kebenaran. Satu-satunya yang engkau sekalian lakukan hanya menelaah tanpa perhatian dan menanti saja dalam ketidakpedulian dengan riang gembira. Apa yang bisa engkau dapatkan dengan menelaah dan menanti seperti ini? Akan dapatkah engkau menerima arahan pribadi dari Tuhan? Jika engkau tidak dapat memahami perkataan-perkataan Tuhan, dengan cara bagaimanakah engkau bisa memenuhi syarat untuk menyaksikan penampakan Tuhan? Di mana pun Tuhan menampakkan diri, di situlah kebenaran diungkapkan, dan di situlah suara Tuhan ada. Hanya orang-orang yang dapat menerima kebenaran yang akan dapat mendengar suara Tuhan, dan hanya orang-orang seperti inilah yang memenuhi syarat untuk menyaksikan penampakan Tuhan. Kesampingkanlah gagasanmu! Berhentilah bicara dan bacalah firman ini dengan cermat. Jika engkau mendambakan kebenaran, Tuhan akan memberimu pencerahan dan engkau akan dapat memahami kehendak dan firman-Nya. Kesampingkanlah pendapatmu tentang &quot;kemustahilan&quot;! Semakin orang percaya bahwa sesuatu itu mustahil, justru semakin besar kemungkinan hal itu akan terjadi, karena hikmat Tuhan membubung lebih tinggi dari langit, pikiran Tuhan lebih tinggi dari pikiran manusia, dan pekerjaan Tuhan melampaui batas pemikiran dan gagasan manusia. Semakin mustahil sesuatu, semakin ia mengandung kebenaran yang dapat dicari; semakin jauh sesuatu berada di luar jangkauan gagasan dan imajinasi manusia, semakin banyak ia mengandung kehendak Tuhan di dalamnya. Hal ini dikarenakan, terlepas dari di mana pun Tuhan menyatakan diri-Nya, Ia tetaplah Tuhan, dan substansi-Nya tak akan pernah berubah sehubungan dengan lokasi atau cara penampakan-Nya. Watak Tuhan tetap sama, terlepas dari di mana pun jejak langkah-Nya berada, dan terlepas dari di mana pun jejak langkah Tuhan berada, Tuhan tetaplah Tuhan atas segenap umat manusia, sama seperti Tuhan Yesus bukan hanya Tuhan atas bangsa Israel, tetapi Dia juga Tuhan atas segala bangsa di Asia, Eropa, dan Amerika, dan bahkan lebih dari itu, Dia merupakan satu-satunya Tuhan di seluruh alam semesta. Jadi, marilah kita mencari kehendak Tuhan dan menemukan penampakan-Nya dalam perkataan-perkataan-Nya, serta mengimbangi laju langkah kaki-Nya! Tuhan adalah kebenaran, dan jalan, dan hidup. Firman dan penampakan-Nya ada dalam waktu bersamaan, dan watak serta jejak langkah-Nya senantiasa terbuka bagi umat manusia. Saudara-saudari yang terkasih, Aku berharap engkau sekalian dapat melihat penampakan Tuhan melalui firman ini, dan bahwa engkau akan mulai mengikuti langkah-Nya sembari berderap maju menuju ke zaman yang baru, serta memasuki langit baru dan bumi baru yang indah, yang sudah dipersiapkan Tuhan bagi orang-orang yang menantikan penampakan-Nya!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Jika Anda ingin tahu lebih banyak, silakan hubungi kami:&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
1.Melalui Messenger Hubungi Kami:&lt;a href=&quot;https://www.messenger.com/login.php?next=https%3A%2F%2Fwww.messenger.com%2Ft%2F1678094015605774%2F%3Fref%3Dwebsite%26messaging_source%3Dsource%253Apages%253Amessage_shortlink&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;https://bit.ly/3dOiDkK&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
2.Hubungi kami di Whatsapp: +62-812-6457-0337&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://returnofjesus.at.ua/blog/god_brings_a_new_era/2020-06-13-217</link>
			<category>Kilat dari Timur - Kesaksian</category>
			<dc:creator>leocuit8</dc:creator>
			<guid>https://returnofjesus.at.ua/blog/god_brings_a_new_era/2020-06-13-217</guid>
			<pubDate>Sat, 13 Jun 2020 08:19:51 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>5 Tanda-tanda Kedatangan Kembali Tuhan Yesus yang Kedua Kalinya Telah Muncul, jadi Sudahkah Anda Menyambut-Nya?</title>
			<description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Oleh Xinjie&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Dua ribu tahun yang lalu, Tuhan Yesus berjanji kepada kita: &quot;Lihatlah, Aku segera datang&quot; (Wahyu 22:12). Sekarang adalah akhir zaman, tanda-tanda &lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/testimonies/last-days-are-here.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kedatangan Tuhan Yesus&lt;/a&gt; kedua kali telah muncul, dan beberapa peristiwa signifikan di akhir zaman telah terjadi. Banyak saudara-saudari telah mendapatkan firasat bahwa hari Tuhan sudah dekat. Apakah Tuhan sudah datang kembali? Apa yang bisa kita lakukan untuk menyambut Tuhan? Mari kita membahas ini sekarang dengan menjelajahi nubuat-nubuat yang tercantum dalam Alkitab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://returnofjesus.at.ua/ezgif.com...</description>
			<content:encoded>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Oleh Xinjie&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Dua ribu tahun yang lalu, Tuhan Yesus berjanji kepada kita: &quot;Lihatlah, Aku segera datang&quot; (Wahyu 22:12). Sekarang adalah akhir zaman, tanda-tanda &lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/testimonies/last-days-are-here.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kedatangan Tuhan Yesus&lt;/a&gt; kedua kali telah muncul, dan beberapa peristiwa signifikan di akhir zaman telah terjadi. Banyak saudara-saudari telah mendapatkan firasat bahwa hari Tuhan sudah dekat. Apakah Tuhan sudah datang kembali? Apa yang bisa kita lakukan untuk menyambut Tuhan? Mari kita membahas ini sekarang dengan menjelajahi nubuat-nubuat yang tercantum dalam Alkitab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://returnofjesus.at.ua/ezgif.com-resize-14.jpg&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h2 id=&quot;one&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Tanda Pertama Kedatangan Tuhan Yesus Kedua Kali: Gempa Bumi, Kelaparan, Tulah dan Perang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Matius 24: 6&amp;ndash;8 menyatakan: &quot;&lt;strong&gt;Engkau akan mendengar bunyi-bunyi peperangan dan kabar-kabar tentang peperangan: tetapi janganlah engkau gelisah: karena semua hal ini harus terjadi, tetapi kesudahannya belumlah tiba. Karena bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan: dan akan ada kelaparan, wabah, dan gempa bumi, di berbagai tempat. Semua itu adalah awal dari penderitaan&lt;/strong&gt;&quot; Perang telah sering pecah dalam beberapa tahun terakhir, berbagai peristiwa seperti penggulingan rezim Taliban di Afghanistan, konflik antara India dan Pakistan, invasi Amerika Serikat ke Irak, dan perang yang terus meningkat antara Israel dan Palestina. Tulah, kebakaran, banjir, dan gempa bumi juga terlihat di mana-mana. Dari catatan khusus yaitu &quot;virus corona baru,&quot; yang merebak di Wuhan, Tiongkok pada tahun 2019 dan sejak itu menyebar ke seluruh dunia. Ada juga kebakaran hutan yang parah di Australia pada bulan September 2019, sementara wabah belalang yang parah terjadi di Afrika Timur di sisi lain planet ini, dengan banyak negara sekarang menghadapi kelaparan. Pada bulan Januari 2020, Indonesia mengalami banjir, dan Newfoundland di Kanada dilanda badai salju sekali dalam satu abad. Gempa bumi telah terjadi di Elazig di Turki, Kuba selatan di Karibia, dan di tempat lain. Dari tanda-tanda ini, dapat dilihat bahwa nubuat ini telah digenapi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;iframe allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/Y8lmSY8QFAs&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Tanda Kedua Kedatangan Tuhan Kedua Kali: Penampakan Keganjilan Surgawi&lt;br /&gt;
Wahyu 6:12 menyatakan, &quot;Dan aku melihat saat Ia membuka meterai keenam, dan, lihatlah, ada gempa bumi yang hebat; dan matahari menjadi hitam seperti kain karung dari rambut, dan bulan menjadi semerah darah.&quot; Yoel 2:30&amp;ndash;31 menyatakan, &quot;Dan aku akan menunjukkan banyak keajaiban di langit dan bumi, darah dan api, dan tiang asap. Matahari akan berubah menjadi kegelapan, dan bulan menjadi darah, sebelum hari kedatangan Yahweh yang hebat dan dahsyat itu.&quot; Dalam beberapa tahun terakhir, ada banyak contoh bulan berubah menjadi semerah darah. Misalnya, selama rentang dua tahun 2014 dan 2015, terjadi serangkaian empat &quot;bulan darah&quot;, dan pada tanggal 31 Januari 2018, ada &quot;bulan super darah biru&quot;, yang muncul hanya sekali setiap 150 tahun. Kemudian, &quot;bulan darah serigala super&quot; muncul pada Januari 2019. Fenomena yang dinubuatkan tentang matahari yang berubah menjadi hitam juga telah muncul, dan, memang, ada banyak gerhana matahari total, seperti gerhana di Singapura pada tanggal 26 Desember 2019 dan di Chili pada tanggal 2 Juli di tahun yang sama. Penggenapan nubuat tersebut tampak jelas dalam berbagai fenomena ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Tanda Ketiga Kedatangan Tuhan Kembali: Penampakan Kristus-Kristus Palsu&lt;br /&gt;
Matius 24: 4&amp;ndash;5 mengatakan: &quot;Yesus menjawab mereka, kata-Nya: &apos;Waspadalah agar jangan seorang pun menipumu. Karena banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata Akulah Kristus; dan mereka akan menipu banyak orang.&apos;&quot; Dari nubuat Tuhan, kita dapat melihat bahwa ketika Tuhan datang kembali, Kristus-kristus palsu akan muncul dan menipu banyak orang. Dalam beberapa tahun terakhir, Kristus-kristus palsu telah menampakkan diri dan menipu banyak orang di negara-negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang. Kristus-kristus palsu ini tidak memiliki esensi Kristus, mereka juga tidak dapat menyatakan kebenaran, tetapi mereka mengklaim diri mereka sebagai Kristus. Di sinilah maka penggenapan nubuat ini tampak jelas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Tanda Keempat Kedatangan Tuhan Yesus Kedua Kali: Pemulihan Israel&lt;br /&gt;
Matius 24: 32&amp;ndash;33 mengatakan, &quot;Sekarang, pelajarilah perumpamaan tentang pohon ara; Ketika rantingnya melunak, dan mengeluarkan daun, kamu tahu bahwa musim panas sudah dekat: Demikian juga kamu, ketika kamu akan melihat semua hal ini, tahu bahwa itu sudah dekat, bahkan di depan pintu.&quot; Banyak orang yang percaya kepada Tuhan tahu bahwa ranting dan daun pohon ara yang melunak merujuk pada pemulihan Israel. Ketika Israel dipulihkan, hari Tuhan akan dekat, dan Israel dipulihkan pada tahun 14 Mei 1948. Jelas, nubuat kedatangan Tuhan ini telah digenapi sepenuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Tanda Kelima Kedatangan Tuhan Yesus Kedua Kali: Penyebaran Injil Sampai ke Ujung Bumi&lt;br /&gt;
Matius 24:14 mencatat: &quot;Dan Injil kerajaan ini akan dikhotbahkan di seluruh dunia sebagai kesaksian kepada seluruh bangsa dan baru akan tiba akhirnya.&quot; Dalam Markus 16:15, Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya setelah kebangkitan-Nya, &quot;Pergilah ke seluruh dunia, dan beritakan Injil kepada semua makhluk.&quot; Setelah Yesus dibangkitkan dan naik ke surga, Roh Kudus mulai memimpin mereka yang mengikuti Tuhan Yesus untuk menyaksikan Tuhan Yesus. Saat ini, orang-orang Kristen telah menyebar ke seluruh dunia dan banyak negara demokratis telah mengadopsi Kekristenan sebagai agama negara mereka. Bahkan di Tiongkok, di mana partai yang berkuasa bersifat ateistik, puluhan juta orang telah menerima Injil Tuhan Yesus, dan dengan demikian dapat dilihat bahwa Injil penebusan umat manusia melalui Tuhan Yesus telah menyebar ke seluruh dunia. Dalam hal ini, jelaslah bahwa nubuat tentang kedatangan Tuhan kembali telah digenapi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;iframe allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/1YPycmUGisE&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Bagaimana Seharusnya Kita Menyambut Kedatangan Tuhan Yesus Kedua Kali?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Dari fakta-fakta yang tercantum di atas, kita dapat melihat bahwa lima tanda kedatangan Tuhan kembali telah muncul. Sekarang adalah saat yang kritis dalam menyambut kedatangan Tuhan. Apa yang harus kita lakukan sebelum kita dapat menyambut kedatangan Tuhan kembali? Tuhan Yesus memberi kita jawaban untuk pertanyaan ini sejak lama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Dalam Yohanes 16: 12&amp;ndash;13, Tuhan Yesus berkata: &quot;Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu.&quot; Wahyu 3:20 menyatakan, &quot;Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku.&quot; Ada juga banyak nubuat dalam pasal 2 dan 3 dari Kitab Wahyu: &quot;Barang siapa memiliki telinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja.&quot; Seperti yang dapat engkau lihat dari ayat-ayat ini, ketika Tuhan datang kembali, Dia akan menyampaikan perkataan dan berbicara kepada gereja-gereja, memberi tahu kita semua tentang kebenaran yang tidak kita pahami sebelumnya. Mereka yang, setelah mendengar perkataan Tuhan dan mengenali suara-Nya, menerima Dia dan tunduk kepada-Nya akan dapat menyambut Tuhan dan menghadiri perjamuan kawin Anak Domba; di sisi lain, mereka yang tidak mengenali suara Tuhan, tentunya tidak akan menjadi domba-Nya, dan mereka akan disingkapkan dan disingkirkan oleh Tuhan. Dalam hal ini, jelaslah bahwa ketika kita menantikan kedatangan Tuhan, sangatlah penting agar kita menemukan perkataan Roh Kudus kepada gereja-gereja dan belajar mendengarkan suara Tuhan. Sebagaimana Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: &quot;Oleh karena inilah, berhubung kita sedang mencari jejak langkah Tuhan, maka kita pun harus mencari kehendak Tuhan, firman Tuhan, perkataan Tuhan&amp;mdash;sebab, di mana pun ada firman baru yang diucapkan Tuhan, suara Tuhan ada di sana, dan di mana pun ada langkah kaki Tuhan, perbuatan Tuhan juga ada di sana. Di mana pun ada pengungkapan Tuhan, di sanalah Tuhan menampakkan diri, dan di mana pun Tuhan menampakkan diri, di situlah kebenaran, dan jalan, dan hidup ada&quot; (&quot;Penampakan Tuhan Telah Mengantarkan Zaman yang Baru&quot; dalam &quot;&lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/the-word-appears-in-the-flesh.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia&lt;/a&gt;&quot;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Mendengar ini, beberapa orang mungkin bertanya: &quot;Jadi, ke mana kita pergi untuk menemukan suara Tuhan?&quot; Dalam Matius 25:6, Tuhan Yesus berkata, &quot;Dan pada tengah malam terdengar teriakan, &apos;Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya.&quot; Karena Tuhan memanggil domba-domba-Nya dengan perkataan dan ucapan-Nya, pasti akan ada beberapa orang yang akan mendengarkan suara Tuhan terlebih dahulu dan mengikuti jejak langkah Anak Domba, dan kemudian berseru ke mana-mana, &quot;Mempelai laki-laki datang,&quot; yaitu untuk menyebarkan berita tentang kedatangan Tuhan kembali dan pesan tentang kedatangan Tuhan yang kedua, sehingga semua orang memiliki kesempatan untuk mendengar suara Tuhan. Karena itu dikatakan bahwa apakah kita dapat mengikuti jejak langkah Anak Domba bergantung pada apakah kita memiliki hati yang rindu mencari Dia dan apakah kita dapat mengenali suara-Nya. Sama seperti ketika Tuhan Yesus pertama kali menampakkan diri dan mulai bekerja, Petrus, Maria, dan yang lainnya mengenali Tuhan Yesus sebagai Mesias dari pekerjaan dan perkataan-Nya, dan mereka mengikuti Dia dan mulai menyaksikan Injil-Nya. Mereka yang mendengar pekerjaan dan firman Tuhan Yesus dan dapat mengenali suara Tuhan adalah gadis-gadis yang bijaksana, sementara para imam, ahli Taurat, dan orang-orang Farisi yang tidak menyukai kebenaran mendengar otoritas dan kuasa dari firman Tuhan Yesus tetapi tidak menyelidikinya. Sebaliknya, mereka berpegang teguh pada gagasan dan imajinasi mereka, berpikir bahwa &quot;orang yang tidak disebut Mesias bukanlah Tuhan&quot; dan menunggu Mesias menampakkan diri kepada mereka. Mereka bahkan mengutuk dan menghujat pekerjaan Tuhan Yesus, dan, pada akhirnya, mereka kehilangan keselamatan Tuhan. Ada juga orang-orang percaya Yahudi yang mengikuti orang-orang Farisi dan tidak membedakan suara Tuhan dalam pekerjaan dan firman Tuhan Yesus, yang secara membabi buta mendengarkan para imam, ahli Taurat, dan orang-orang Farisi, dan menolak keselamatan Tuhan. Orang-orang seperti itu menjadi gadis-gadis bodoh yang ditinggalkan oleh Tuhan. Beberapa orang mungkin bertanya, &quot;Jadi bagaimana suara Tuhan dapat dibedakan?&quot; Padahal, ini tidaklah sulit. Perkataan dan ucapan Tuhan pastilah tak terkatakan oleh manusia. Perkataan dan ucapan Tuhan itu haruslah sangat berotoritas dan berkuasa. Perkataan dan ucapan Tuhan itu akan dapat mengungkap berbagai misteri kerajaan surga dan menyingkapkan kerusakan manusia, dan sebagainya. Seluruh firman ini adalah kebenaran, dan semua itu bisa menjadi kehidupan manusia. Siapa pun yang memiliki hati dan roh akan merasakannya ketika ia mendengar firman Tuhan, dan akan ada konfirmasi di dalam hatinya ketika Sang Pencipta sedang berbicara dan menyampaikan perkataan-Nya kepada kita umat manusia. Domba-domba Tuhan mendengarkan suara-Nya. Jika kita yakin bahwa firman ini adalah suara Tuhan, kita harus menerima dan menaatinya, betapapun kecilnya firman itu sesuai dengan pengertian kita. Hanya dengan cara inilah kita dapat menyambut kedatangan Tuhan kembali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Di dunia saat ini, hanya &lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Gereja Tuhan Yang Mahakuasa&lt;/a&gt; yang bersaksi bahwa Tuhan&amp;mdash;Tuhan Yang Mahakuasa yang &lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/God-s-incarnation-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;berinkarnasi&lt;/a&gt;&amp;mdash;telah datang kembali. Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan jutaan firman, dan firman ini diterbitkan di Internet untuk diperiksa oleh orang-orang dari semua negara dan lapisan masyarakat. Satu demi satu, banyak orang dari setiap bangsa yang merindukan kebenaran datang dengan harapan mendengar suara Tuhan dan menyambut Dia. Seperti yang dikatakan dalam Alkitab, &quot;Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya.&quot; Jika kita benar-benar membaca lebih banyak firman yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, mendengarkan untuk membedakan apakah itu suara Tuhan, kemudian kita akan dapat menentukan apakah Tuhan telah datang kembali atau tidak. Seperti yang Tuhan Yesus katakan dalam Yohanes 10:27: &quot;Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku.&quot; &quot;Diberkatilah orang yang miskin dalam roh: karena kerajaan surga adalah milik mereka&quot; (Matius 5:3). Aku percaya bahwa selama kita memiliki hati yang mencari dengan rendah hati, kita dapat mengenali suara Tuhan dan menyambut kedatangan-Nya kembali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Catatan Editor: Setelah membaca artikel ini, apakah Anda ingin sekali mencari penampakan Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan? Anda dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau &lt;a href=&quot;https://www.messenger.com/login.php?next=https%3A%2F%2Fwww.messenger.com%2Ft%2F1678094015605774%2F%3Fref%3Dwebsite%26messaging_source%3Dsource%253Apages%253Amessage_shortlink&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Messenger&lt;/a&gt; untuk mempelajari lebih lanjut tentang kabar kedatangan Tuhan kembali. Kiranya Tuhan memberkati semua orang yang merindukan penampakan-Nya untuk segera menyambut kedatangan Tuhan kembali, Amin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://returnofjesus.at.ua/blog/lord_jesus_is_coming_again/2020-06-12-216</link>
			<category>Kilat dari Timur - Kesaksian</category>
			<dc:creator>leocuit8</dc:creator>
			<guid>https://returnofjesus.at.ua/blog/lord_jesus_is_coming_again/2020-06-12-216</guid>
			<pubDate>Fri, 12 Jun 2020 07:59:27 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Dapatkah Kita Masuk ke Dalam Kerajaan Surga Setelah Dosa Kita Diampuni</title>
			<description>&lt;p&gt;
&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;&lt;!--td {border: 1px solid #ccc;}br {mso-data-placement:same-cell;}--&gt;
&lt;/style&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Saudara He Jun, Sichuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://returnofjesus.at.ua/ezgif.com-resize-12.jpg&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Banyak orang Kristen kira bahwa karena Tuhan Yesus memberikan darah-Nya untuk menebus seluruh umat manusia, maka kita telah diampuni dari dosa dengan percaya kepada Tuhan Yesus. Akhirnya, ketika Tuhan Yesus kembali, kita tentu dapat langsung dibawa ke kerajaan surga. Tetapi benarkah ini? Meskipun Tuhan Yesus telah mengampuni dosa-dosa kita, kita masih sering berbuat dosa, berbohong dan menipu orang, bermalas-malas dan egois, terbakar amarah dan memarahi orang, dll. Dapatkah mer...</description>
			<content:encoded>&lt;p&gt;
&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;&lt;!--td {border: 1px solid #ccc;}br {mso-data-placement:same-cell;}--&gt;
&lt;/style&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Saudara He Jun, Sichuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://returnofjesus.at.ua/ezgif.com-resize-12.jpg&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Banyak orang Kristen kira bahwa karena Tuhan Yesus memberikan darah-Nya untuk menebus seluruh umat manusia, maka kita telah diampuni dari dosa dengan percaya kepada Tuhan Yesus. Akhirnya, ketika Tuhan Yesus kembali, kita tentu dapat langsung dibawa ke kerajaan surga. Tetapi benarkah ini? Meskipun Tuhan Yesus telah mengampuni dosa-dosa kita, kita masih sering berbuat dosa, berbohong dan menipu orang, bermalas-malas dan egois, terbakar amarah dan memarahi orang, dll. Dapatkah mereka yang sering berbuat dosa benar-benar memasuki kerajaan surga? Pertanyaan ini, saya tidak tahu bagaimana menjawab, dan tokoh protagonis dalam Akitab juga tidak tahu bagaimana menjawab. Mari kita lihat bagaimana dia menemukan jawabannya!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Setelah pertemuan hari ini, seorang saudara datang mencariku, wajahnya dipenuhi kekhawatiran. Dia berkata bahwa Tuhan menuntut manusia untuk kudus, tetapi manusia sering tanpa sadar berbuat dosa, dan jika manusia selalu hidup dalam dosa seperti ini, apakah dia dapat masuk ke dalam kerajaan surga ketika Tuhan datang? Aku memberitahukan kepadanya bahwa Tuhan Yesus telah disalibkan dan menanggung semua dosa kita, membayar harga dengan nyawa-Nya. Kukatakan kepadanya bahwa dosa-dosa kita telah diampuni karena kita percaya kepada Tuhan Yesus, dan Tuhan tidak lagi melihat kita sebagai orang berdosa, dan asalkan kita dapat menyerahkan segala sesuatu dan mengorbankan diri kita, bekerja keras untuk Tuhan, dan bertahan sampai akhir, kita akan diangkat ke dalam kerajaan surga ketika Tuhan datang kembali. Setelah saudara itu mendengarku mengatakan ini, tampak seakan-akan dia tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan, dan dia pergi dengan kelihatan agak kecewa. Sementara melihatnya meninggalkanku, aku merasakan beberapa emosi yang sangat kompleks. Sejujurnya, bukankah aku memiliki kekhawatiran yang sama dengan saudara ini? Merenungkan tentang bagaimana aku telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun tetapi sering kali aku telah diikat oleh dosa, dan telah hidup dalam kondisi di mana aku berbuat dosa di siang hari dan mengaku dosa di malam hari, aku juga tidak ingin terus hidup seperti itu. Namun aku benar-benar tidak mampu mengalahkan dosa, dan karenanya aku sering berdoa kepada Tuhan dan memperkuat pembacaan firman. Namun aku tidak pernah menyelesaikan masalah dosaku. Tuhan itu kudus, jadi apakah Dia akan memuji seseorang seperti diriku, yang begitu penuh dengan dosa?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Selasa, 7 Agustus 2018. Berawan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Hari ini aku bertengkar dengan istriku karena sebuah masalah sepele, dan aku merasa sangat bersalah dan tertekan. Mengapa aku kembali mengulangi kesalahan masa lalu? Malam ini, aku menangis saat aku berdoa kepada Tuhan dan mengakui dosa-dosaku, dan setelah aku berdoa, aku tetap merasa sedih. Aku teringat ajaran Tuhan: &quot;&lt;strong&gt;Engkau harus mengasihi Tuhan dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan segenap pikiranmu. Inilah perintah pertama dan yang terutama. Dan perintah yang kedua, yang sama dengan itu, Engkau harus mengasihi sesamamu manusia seperti diri sendiri&lt;/strong&gt;&quot; (Matius 22:37-39). Firman ini terutama meminta kita untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan jiwa kita, dan kedua, kita harus mengasihi sesama seperti diri kita sendiri; saudara-saudari harus saling mendorong, bersikap toleran dan sabar satu sama lain dan saling memberikan penghiburan dan berbelas kasihan. Ini adalah sesuatu yang harus kita lakukan sebagai orang Kristen, dan hanya dengan cara inilah kita dapat menjalani kehidupan yang memuliakan Tuhan dan menjadi kesaksian bagi-Nya. Namun selama beberapa tahun terakhir kepercayaanku kepada Tuhan, aku bahkan belum memenuhi satu tuntutan ini: ketika di rumah, terkadang aku dan istriku bertengkar karena masalah-masalah kecil; ketika di gereja dan saudara-saudari mengatakan hal-hal yang membuatku malu, aku mulai berprasangka terhadap mereka, dan terkadang aku bahkan mengabaikan mereka. Sering kali, aku berdoa bahwa aku ingin mengasihi Tuhan, tetapi ketika sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi di rumah atau sesuatu tidak berjalan seperti yang seharusnya, aku masih salah paham dan menyalahkan Tuhan, berpikir &quot;Aku telah mengorbankan diriku untuk Tuhan, jadi mengapa Dia tidak melindungiku? &amp;hellip;&quot; Oh, tidak ada satu pun yang kulakukan yang memenuhi tuntutan Tuhan atau sesuai dengan kehendak Tuhan. Meskipun aku sering berdoa kepada Tuhan, aku masih sering berbuat dosa, dan aku tidak mampu mengendalikannya betapapun aku menginginkannya. Aku sering kali berpikir: &quot;Walaupun dosa-dosaku telah diampuni karena kepercayaanku kepada Tuhan, aku masih selalu berbuat dosa dan mendukakan Tuhan. Jika aku terus seperti ini, dapatkah aku masuk ke dalam kerajaan surga ketika Tuhan datang? Bagaimana aku bisa berhenti berbuat dosa?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Baru-baru ini, aku sering menyelidiki Alkitab, dan banyak kali mencari penjelasan dari para pendeta dan penatua, tetapi aku tidak pernah mendapat jawaban yang memuaskan. Masalah ini secara langsung terkait dengan masalah penting tentang apakah aku akan dapat masuk ke dalam kerajaan surga atau tidak, dan bagaimanapun juga, aku tidak boleh mengabaikan masalah ini. Tuhan berkata: &quot;&lt;strong&gt;Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka engkau akan menemukan; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu&lt;/strong&gt;&quot; (Matius 7:7). Aku percaya bahwa, asalkan aku memiliki hati yang mencari, Tuhan pasti akan memberiku pencerahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://returnofjesus.at.ua/ezgif.com-resize-13.jpg&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Pagi ini, setelah menaikkan doa yang sungguh-sungguh kepada Tuhan, seperti biasa, aku membuka Alkitab dan memulai saat teduhku. Aku kemudian membaca sebuah ayat dalam kitab Wahyu yang menggerakkan hatiku: &quot;&lt;strong&gt;Dan sekali-kali tidak akan masuk ke sana segala sesuatu yang mencemarkan, siapa pun yang melakukan kekejian, atau berdusta, melainkan hanya mereka yang tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba&lt;/strong&gt;&quot; (Wahyu 21:27). Alkitab memberi tahu kita dengan jelas bahwa kita yang belum ditahirkan tidak dapat masuk ke sana, dan bukankah frasa &quot;ke sana&quot; ini merujuk pada kerajaan surga? Kemudian aku membaca pasal 7, ayat 21 dalam Injil Matius: &quot;&lt;strong&gt;Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.&lt;/strong&gt;&quot; Dan juga Yohanes 8:34&amp;ndash;35 mengatakan, &quot;&lt;strong&gt;Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa saja yang melakukan dosa adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tinggal di rumah selamanya: tetapi Anak tetap tinggal selama-selamanya.&lt;/strong&gt;&quot; Saat aku merenungkan ayat-ayat Alkitab ini, aku berpikir bahwa, meskipun aku telah berdoa kepada Tuhan dan membaca Alkitab setiap hari selama bertahun-tahun aku percaya kepada Tuhan, dan telah sering memberitakan Injil dan melayani, menyerahkan segalanya dan mengorbankan diriku untuk Dia, aku masih dengan sadar melakukan dosa, aku berbuat dosa dan kemudian mengaku dosa, dan aku tidak mampu menaati ajaran Tuhan atau melakukan apa yang Tuhan tuntut. Jelas sekali aku bukan orang yang melakukan kehendak Bapa di surga, apalagi orang yang telah ditahirkan, jadi apakah aku masih dapat masuk ke dalam kerajaan surga? Kerajaan surga adalah kerajaan Tuhan dan Tuhan itu kudus, jadi bagaimana mungkin orang yang penuh kekotoran dan yang selalu berbuat dosa dapat pernah memenuhi syarat untuk masuk kerajaan surga dan hidup bersama Tuhan? Tampaknya masuk ke dalam kerajaan surga tidak sesederhana yang kita bayangkan!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Senin, 13 Agustus 2018. Berawan dan cerah.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Hari ini, aku bertemu Saudara Zheng, yang sudah lama tidak kujumpai, dan aku sangat senang bertemu dengannya. Saat kami mengobrol, aku menyinggung hal yang telah membingungkanku selama ini. Setelah aku memberi tahu dia tentang hal itu, Saudara Zheng memberiku persekutuan, dengan berkata, &quot;Dosa manusia diampuni ketika Tuhan Yesus disalibkan, dan ketika kita percaya kepada Tuhan, dosa kita diampuni dan kita diselamatkan. Namun, apa arti sesungguhnya saat dikatakan bahwa dosa-dosa kita telah diampuni? Jika kita dapat memahami masalah ini, kita akan tahu mengapa kita masih berbuat dosa bahkan setelah percaya kepada Tuhan dan apa artinya dosa-dosa kita diampuni. Mengenai apakah kita akan dapat masuk ke dalam kerajaan surga atau tidak, pertama-tama kita harus melihat latar belakang penampakan dan pekerjaan Tuhan Yesus. Pada akhir Zaman Hukum Taurat, manusia semakin dirusak oleh Iblis dan semakin banyak berbuat dosa, sedemikian rupa sehingga tidak ada lagi korban penghapus dosa yang dapat mereka persembahkan yang akan cukup untuk menebus dosa mereka, dan manusia berada dalam bahaya dikutuk dan dihukum mati oleh hukum Taurat saat itu. Dengan latar belakang ini, Tuhan menjadi manusia sebagai Tuhan Yesus dan disalibkan di kayu salib sebagai korban penghapus dosa bagi manusia, dan dengan demikian dosa-dosa manusia diampuni sekali dan selamanya. Setelah itu, asalkan manusia berdoa, mengaku, dan bertobat di dalam &lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/about-us-questions-1.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;nama Tuhan&lt;/a&gt;, maka dosa-dosa mereka diampuni, dan mereka tidak lagi berada di bawah kutuk dan hukuman hukum Taurat. Tuhan juga tidak lagi melihat manusia sebagai orang berdosa, dan mereka dapat secara langsung berdoa dan berseru kepada Tuhan, dan menikmati anugerah Tuhan yang berlimpah dan pembekalan dari kebenaran-Nya. Dari sini dapat dipahami bahwa dosa-dosa kita diampuni karena kepercayaan kita kepada Tuhan, dan yang dimaksud dengan &apos;dosa-dosa kita diampuni&apos; hanyalah bahwa Tuhan telah mengampuni dosa-dosa kita karena melanggar hukum Taurat dan perintah-Nya serta menentang firman-Nya. Dengan kata lain, Tuhan tidak akan mengingat perbuatan dosa kita yang melanggar dan menyinggung hukum Tuhan. Namun watak jahat dan natur dosa kita, yang menyebabkan kita berbuat dosa, belum diampuni oleh Tuhan, dan justru karena natur dosa yang menentang Tuhan dan watak jahat kita yang terus ada itulah yang membuat kita masih dapat sering berbuat dosa. Karena itu, dapat dilihat bahwa natur dosa kita adalah sesuatu yang paling menentang Tuhan dan bertentangan dengan kebenaran, dan jika kita tidak menyelesaikan natur dosa kita, masalah dosa manusia tidak akan mungkin terselesaikan, dan kita bahkan dapat melakukan dosa yang lebih buruk daripada melanggar hukum Taurat, dan masuk ke dalam kerajaan surga pun akan menjadi sama sekali tidak mungkin. Alkitab dengan jelas menyatakan: &apos;Tetapi karena Dia yang memanggilmu kudus, jadilah engkau kudus dalam semua perkataanmu: karena ada tertulis, kuduslah engkau, karena Aku kudus&apos; (1 Petrus 1:15-16). &apos;&lt;strong&gt;Karena jika kita dengan sengaja berbuat dosa setelah menerima pengetahuan kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada adalah penghakiman mengerikan dan lautan api yang akan menghanguskan orang-orang durhaka&lt;/strong&gt;&apos; (Ibrani 10:26-27). &apos;Karena ganjaran dosa adalah kematian&apos; (Roma 6:23). Dari ayat-ayat ini aku melihat bahwa jika natur dosa kita belum terselesaikan, dan kita tetap hidup dalam kondisi di mana kita berbuat dosa di siang hari dan mengaku dosa di malam hari, meskipun kita mungkin percaya kepada Tuhan sampai akhir, kita tetap akan binasa, karena Tuhan itu kudus, dan manusia yang kotor dan rusak tidak layak menerima berkat dan janji Tuhan, dan tidak akan dapat masuk ke dalam kerajaan Tuhan.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Saat ini, hatiku terasa agak lebih terang, dan aku mengerti bahwa dosa-dosa kita diampuni hanya berarti bahwa Tuhan telah mengampuni perbuatan dosa kita karena melanggar hukum Tuhan. Namun kita belum menyelesaikan natur dosa kita yang menentang Tuhan, jadi tidak heran aku tidak dapat menyelesaikannya betapapun aku menginginkannya, saat aku hidup setiap hari dalam keadaan berbuat dosa di siang hari dan mengaku dosa di malam hari! Syukur kepada Tuhan! Persekutuan yang kuterima hari ini benar-benar sangat jelas, dan aku merasa sepertinya awan telah berlalu dan akhirnya aku bisa melihat langit biru. Ketika aku akan pergi, Saudara Zheng memberiku sebuah buku dan berkata bahwa semua pemahamannya berasal dari membaca buku ini, dan aku merasa bahagia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Rabu, 15 Agustus 2018. Hari yang cerah.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Syukur atas kasih Tuhan, aku merasa cukup baik beberapa hari terakhir ini. Dari buku yang diberikan Saudara Zheng kepadaku ini, aku jadi memahami banyak kebenaran yang sebelumnya tidak kupahami, dan itu telah meruntuhkan kegalauan dan kebingunganku selama bertahun-tahun. Aku membaca dalam buku itu: &quot;&lt;strong&gt;Karena, di Zaman Kasih Karunia, roh jahat diusir dari manusia melalui penumpangan tangan dan doa, namun watak rusak dalam diri manusia tetap tinggal di dalam dirinya. Manusia disembuhkan dari sakitnya dan diampuni dosa-dosanya, tetapi pekerjaan mengenyahkan watak rusak Iblis dalam diri manusia belumlah dilakukan dalam dirinya. Manusia hanya diselamatkan dan diampuni dosanya karena imannya, tetapi sifat dosa manusia tidak diambil daripadanya dan masih tetap ada dalam dirinya. Dosa manusia diampuni melalui Tuhan yang berinkarnasi, namun bukan berarti manusia tidak lagi memiliki dosa dalam dirinya. Dosa manusia dapat diampuni melalui korban penghapusan dosa, tetapi manusia belum mampu menyelesaikan masalah bagaimana ia dapat untuk tidak lagi berbuat dosa dan bagaimana agar sifat dosanya dapat dibuang sepenuhnya dan diubahkan&lt;/strong&gt;&quot; (&quot;Misteri &lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/God-s-incarnation-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Inkarnasi&lt;/a&gt; (4)&quot; dalam &quot;&lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/the-word-appears-in-the-flesh.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia&lt;/a&gt;&quot;). &quot;&lt;strong&gt;Engkau hanya tahu bahwa Yesus akan turun ke bumi pada akhir zaman, tetapi bagaimana tepatnya Dia akan turun? Orang berdosa sepertimu, yang baru saja ditebus, yang belum diubahkan, atau disempurnakan Tuhan, mungkinkah engkau berkenan di hati Tuhan? Bagimu, engkau yang masih berada dalam diri manusia yang lama, memang benar bahwa engkau diselamatkan oleh Yesus, dan engkau tidak terhitung sebagai orang berdosa karena penyelamatan Tuhan, tetapi hal ini tidak berarti bahwa engkau tidak berdosa, dan tidak najis. Bagaimana mungkin engkau bisa kudus jika engkau belum diubahkan? Di dalam dirimu, engkau dipenuhi dengan kenajisan, egois dan kasar, tetapi engkau masih berharap untuk dapat turun bersama Yesus&amp;mdash;enak sekali kau! Engkau melewatkan satu tahap dalam kepercayaanmu kepada Tuhan: engkau baru hanya ditebus, tetapi belum diubahkan. Agar engkau dapat berkenan di hati Tuhan, Tuhan harus langsung melakukan pekerjaan pengubahan dan pembersihan terhadapmu. Jika engkau hanya ditebus, engkau tidak akan dapat mencapai kekudusan. Dengan begini, engkau tidak akan layak mendapat bagian dalam berkat-berkat Tuhan yang baik, sebab engkau melewatkan satu tahap dalam pekerjaan Tuhan dalam mengelola manusia, yaitu tahap kunci berupa pengubahan dan penyempurnaan. Oleh karena itu, engkau, seorang berdosa yang baru ditebus saja, tidak dapat langsung menerima warisan Tuhan&lt;/strong&gt;&quot; (&quot;Mengenai Sebutan dan Identitas&quot; dalam &quot;Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia&quot;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Membaca firman ini dan kemudian merenungkan apa yang disampaikan oleh Saudara Zheng kepadaku, tiba-tiba semuanya menjadi jelas bagiku. Ternyata Tuhan Yesus hanya melakukan pekerjaan penebusan umat manusia, dengan demikian memungkinkan dosa-dosa kita diampuni dan kita diselamatkan melalui kepercayaan kita; yang belum dilakukan-Nya adalah pekerjaan untuk mentahirkan dan mengubah manusia sepenuhnya. Meskipun Tuhan mengampuni dosa-dosa kita, Dia tidak membebaskan kita dari natur jahat kita, dan watak rusak di dalam diri kita tetap ada, seperti kecongkakan, keegoisan, kecurangan, dan kejahatan. Hal-hal ini lebih dalam dan lebih degil daripada dosa, dan kecuali natur jahat yang menentang Tuhan dan watak rusak ini diselesaikan, kita akan terus tanpa sadar melakukan dosa dan menentang Tuhan. Ini membuatku berpikir tentang bagaimana kita selalu hidup dalam dosa. Contohnya, dalam transaksi kita dengan orang lain, kita selalu ingin mengambil keuntungan dari mereka dan sama sekali tidak mau rugi; ketika kita melihat orang lain yang lebih baik daripada kita, kita sering mengungkapkan watak rusak kita berupa perasaan iri hati dan ketidaktaatan; kita tidak mengatakan apa pun ketika seseorang tidak menyenangkan kita, tetapi hati kita jadi dipenuhi dengan kebencian terhadap mereka; ketika Tuhan memberi anugerah kepada kita, kita merasa bahagia, tetapi ketika Dia tidak memberi anugerah kepada kita, kita menyalahkan Dia, sedemikian rupa sehingga ketika bencana alam atau bencana akibat perbuatan manusia terjadi, banyak pemahaman muncul dalam diri kita tentang Tuhan, dan dalam kasus-kasus serius, kita bahkan dapat menyangkal dan mengkhianati Tuhan &amp;hellip;. Setiap hari, kita hidup dalam lingkaran setan berbuat dosa, mengaku dosa, dan kemudian kembali berbuat dosa, seperti yang dikatakan Rasul Paulus: &quot;&lt;strong&gt;Karena aku tahu, bahwa di dalam aku (yaitu, di dalam dagingku), tidak ada hal yang baik, karena dalam diriku ada kehendak; tetapi aku tidak mendapati cara berbuat apa yang baik&lt;/strong&gt;&quot; (Roma 7:18). Jika Tuhan sendiri tidak datang untuk melakukan pekerjaan mentahirkan dan mengubah manusia, maka tak seorang pun dari kita yang akan mampu melepaskan ikatan dan kekangan dosa, kita akan dikalahkan oleh dosa, kita akan mengikuti tren jahat dunia, mengingini kesenangan dosa, dan tidak ada yang kita hidupi akan memiliki kemanusiaan yang normal sedikit pun. Bahkan orang-orang yang percaya kepada Tuhan sepanjang hidup mereka, atau para pemimpin agama yang mengetahui Alkitab dengan baik dan yang memiliki pengetahuan yang luas dalam ayat-ayat, mereka pun seperti ini&amp;mdash;tak seorang pun dari mereka mampu melepaskan ikatan dosa. Jadi, bahkan jika dosa kita dapat diampuni ribuan kali, sepuluh ribuan kali, kita tetap tidak akan memenuhi syarat untuk masuk ke dalam kerajaan surga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Syukur kepada Tuhan! Firman ini sangat berharga dan telah menyelesaikan masalah yang telah begitu lama membingungkanku ini. Jadi bagaimana sebenarnya kita dapat menyingkirkan dosa? Apakah buku ini punya sebuah jalan untuk melakukan ini? Aku harus terus membaca &amp;hellip;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://returnofjesus.at.ua/ezgif.com-resize-1--6.jpg&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Di sore hari, matahari tetap dapat bersinar dari balik awan tebal. Aku sedang duduk di perpustakaanku sambil terus membaca buku itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Aku bersyukur atas pencerahan dan bimbingan Tuhan! Di dalam buku ini, aku telah menemukan jalan untuk melepaskan ikatan dosa: &quot;&lt;strong&gt;Dosa manusia diampuni karena pekerjaan penyaliban Tuhan, tetapi manusia tetap hidup dalam watak lama Iblis yang rusak. Dengan demikian, manusia harus sepenuhnya diselamatkan dari watak rusak Iblis sehingga sifat dosa manusia sepenuhnya dibuang dan tidak akan pernah lagi berkembang, sehingga memungkinkan watak manusia berubah. Hal ini mengharuskan manusia memahami jalan pertumbuhan dalam kehidupan, jalan hidup, dan cara untuk mengubah wataknya. Hal ini juga mengharuskan manusia untuk bertindak sesuai dengan jalan ini sehingga watak manusia dapat secara bertahap diubahkan dan ia dapat hidup di bawah cahaya terang, sehingga segala sesuatu yang ia lakukan sesuai dengan kehendak Tuhan, sehingga ia dapat membuang watak rusak Iblisnya, dan supaya dia dapat membebaskan dirinya dari pengaruh kegelapan Iblis, sehingga ia pun benar-benar lepas dari dosa. Hanya dengan begitu, manusia akan menerima keselamatan yang lengkap&lt;/strong&gt;&quot; (&quot;Misteri Inkarnasi (4)&quot; dalam &quot;Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia&quot;). &quot;&lt;strong&gt;Menyelamatkan manusia sepenuhnya dari pengaruh Iblis tidak hanya membuat Yesus harus menanggung dosa manusia sebagai korban penghapus dosa, tetapi juga membuat Tuhan wajib melakukan pekerjaan yang lebih besar untuk melepaskan manusia dari wataknya yang telah dirusak Iblis. Jadi, setelah dosa manusia diampuni, Tuhan kembali menjadi daging untuk memimpin manusia memasuki zaman yang baru. Tuhan memulai melakukan hajaran dan penghakiman, dan pekerjaan ini telah membawa manusia ke dalam alam yang lebih tinggi. Semua orang yang tunduk di bawah kekuasaan-Nya akan menikmati kebenaran yang lebih tinggi dan menerima berkat yang lebih besar. Mereka benar-benar hidup dalam terang dan akan mendapatkan kebenaran, jalan, dan hidup&lt;/strong&gt;&quot; (Kata Pengantar, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Ketika membaca dua bagian ini, tiba-tiba aku mengerti: ternyata, jika kita ingin melepaskan ikatan dan kekangan watak kita yang jahat dan rusak, kita harus menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman dan kemudian watak kita yang rusak dapat diubah dan ditahirkan, dan baru pada saat itulah kita akan memenuhi syarat untuk melihat wajah Tuhan, memperoleh keselamatan Tuhan yang sempurna, dan hidup selamanya dalam kerajaan Tuhan. Aku mau tak mau teringat dengan sesuatu yang Tuhan Yesus katakan: &quot;&lt;strong&gt;Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu&lt;/strong&gt;&quot; (Yohanes 16:12&amp;ndash;13). Dan nubuat-nubuat dalam Alkitab ini juga muncul di benakku: &quot;&lt;strong&gt;Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan&lt;/strong&gt;&quot; (1 Petrus 4:17). &quot;&lt;strong&gt;Yang dijaga oleh kuasa Tuhan oleh iman kepada keselamatan yang siap untuk dinyatakan pada akhir zaman&lt;/strong&gt;&quot; (1 Petrus 1: 5). Sebenarnya, Tuhan Yesus telah sejak lama menubuatkan bahwa Dia akan datang kembali pada akhir zaman dan akan melakukan pekerjaan penghakiman-Nya agar dapat sepenuhnya mentahirkan dan mengubah watak kita yang rusak, dan memungkinkan kita untuk mendapatkan semua kebenaran dan memperoleh keselamatan Tuhan yang sempurna. Namun aku begitu bodoh dan buta; aku tidak berupaya untuk merenungkan atau mencari kehendak Tuhan di dalam firman-Nya, melainkan aku berpegang pada pemahaman dan imajinasiku sendiri, percaya bahwa Tuhan Yesus telah menanggung semua dosa kita, bahwa dosa-dosa kita telah diampuni, dan asalkan kita menyerahkan segalanya untuk mengikuti Tuhan, kita akan dapat masuk ke dalam kerajaan surga. Sekarang tampaknya jika masalah berbuat dosa kita tidak diselesaikan, dengan tubuh kita yang penuh dengan kekotoran dan kerusakan, pada akhirnya kita tidak akan dapat masuk ke dalam kerajaan surga, sama seperti yang dikatakan dalam buku ini: &quot;&lt;strong&gt;Engkau harus tahu orang-orang semacam apa yang Aku inginkan. Orang yang tidak murni tidak diizinkan masuk ke dalam kerajaan. Orang-orang yang tidak murni tidak diizinkan mencemarkan tanah yang kudus. Meskipun engkau mungkin sudah melakukan banyak pekerjaan, dan telah bekerja selama bertahun-tahun, pada akhirnya, jika engkau masih tetap kotor dan menyedihkan&amp;mdash;menurut hukum Surga tidak dapat dibenarkan engkau berharap dapat masuk ke dalam kerajaan-Ku! Semenjak dunia dijadikan sampai saat ini, tak pernah Aku memberi jalan masuk yang mudah bagi orang-orang yang menjilat untuk mendapatkan perkenanan-Ku. Inilah peraturan surga, dan tak seorang pun dapat melanggarnya!&lt;/strong&gt;&quot; (&quot;Keberhasilan atau Kegagalan Tergantung pada Jalan yang Dijalani Manusia&quot; dalam &quot;Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia&quot;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Firman ini memiliki otoritas dan kuasa, dan aku mengerti bahwa Tuhan itu pengasih dan penyayang, namun Dia juga adalah Tuhan itu sendiri yang benar dan kudus. Tuhan tidak mengizinkan manusia yang kotor dan rusak untuk masuk ke dalam kerajaan-Nya, dan jika natur dosa kita tidak ditahirkan dan diubah, bahkan jika dosa-dosa kita telah diampuni, dan secara lahiriah kita tampaknya melakukan beberapa perbuatan baik dan kita menyerahkan segalanya, mengorbankan diri kita dan bekerja untuk Tuhan, impian kita untuk masuk ke dalam kerajaan surga hanya akan selamanya menjadi sebuah mimpi!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Awan benar-benar telah berlalu dan sekarang aku melihat sinar matahari! Akhirnya sekarang aku mengerti bahwa kita yang telah memperoleh keselamatan Tuhan hanya telah diampuni dari dosa-dosa kita dan telah ditebus, tetapi kita belum membebaskan diri kita dari dosa. Kita masih harus menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman dan ditahirkan, dan baru pada saat itulah kita akan memenuhi syarat untuk masuk ke dalam kerajaan surga dan memperoleh hidup yang kekal. Ini dengan tepat menggenapi apa yang dinubuatkan dalam Kitab Wahyu: &quot;&lt;strong&gt;Dan sekali-kali tidak akan masuk ke sana segala sesuatu yang mencemarkan, siapa pun yang melakukan kekejian, atau berdusta, melainkan hanya mereka yang tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba&lt;/strong&gt;&quot; (Wahyu 21:27). Syukur kepada Tuhan, karena akhirnya aku tahu cara membebaskan diriku dari dosa!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Rekomendasi:&lt;a href=&quot;https://returnofjesus.at.ua/blog/confession_and_repentance/2020-04-25-167&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Mengapa Kita Masih Sering Berbuat Dosa Setelah Pengakuan Dosa dan Pertobatan?&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Jika Anda ingin tahu lebih banyak, silakan hubungi kami:&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
1.Melalui Messenger Hubungi Kami:&lt;a href=&quot;https://www.messenger.com/login.php?next=https%3A%2F%2Fwww.messenger.com%2Ft%2F1678094015605774%2F%3Fref%3Dwebsite%26messaging_source%3Dsource%253Apages%253Amessage_shortlink&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;https://bit.ly/3dOiDkK&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
2.Hubungi kami di Whatsapp: +62-812-6457-0337&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://returnofjesus.at.ua/blog/how_to_forgive_sins_into_heaven/2020-06-11-215</link>
			<category>Kilat dari Timur - Kesaksian</category>
			<dc:creator>leocuit8</dc:creator>
			<guid>https://returnofjesus.at.ua/blog/how_to_forgive_sins_into_heaven/2020-06-11-215</guid>
			<pubDate>Thu, 11 Jun 2020 06:39:32 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Apa Arti Pengangkatan Menurut Alkitab? Bagaimana Kita Akan Diangkat Sebelum Kesengsaraan Besar?</title>
			<description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Oleh Saudari Becky, U.S.A.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Sekarang, bencana di seluruh dunia menjadi semakin parah. Berita dipenuhi dengan kisah-kisah tentang wabah, gempa bumi, banjir, dan kekeringan. Pernahkah engkau merenung: nubuat-nubuat tentang kedatangan Tuhan kembali telah digenapi, jadi mengapa kita masih belum menyambut Tuhan? Jika ini terus berlanjut, saat kesengsaraan besar tiba, bukankah kita juga akan jatuh ke dalam bencana? Kapan Tuhan akan membawa kita masuk ke dalam kerajaan surga?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h2 id=&quot;one&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Saat Kita Diangkat, Apakah Kita Benar-Benar Akan Diangkat ke Angkasa?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h2&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Banyak orang yang percaya kepada Tuhan telah m...</description>
			<content:encoded>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Oleh Saudari Becky, U.S.A.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Sekarang, bencana di seluruh dunia menjadi semakin parah. Berita dipenuhi dengan kisah-kisah tentang wabah, gempa bumi, banjir, dan kekeringan. Pernahkah engkau merenung: nubuat-nubuat tentang kedatangan Tuhan kembali telah digenapi, jadi mengapa kita masih belum menyambut Tuhan? Jika ini terus berlanjut, saat kesengsaraan besar tiba, bukankah kita juga akan jatuh ke dalam bencana? Kapan Tuhan akan membawa kita masuk ke dalam kerajaan surga?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h2 id=&quot;one&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Saat Kita Diangkat, Apakah Kita Benar-Benar Akan Diangkat ke Angkasa?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h2&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Banyak orang yang percaya kepada Tuhan telah membaca firman ini di dalam Alkitab: &quot;Lalu kita yang masih hidup, dan masih tinggal akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan-awan, berjumpa dengan Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan bersama-sama dengan Tuhan selamanya&quot; (1 Tesalonika 4:17). Mereka rindu untuk diangkat ke angkasa dan bertemu dengan Tuhan ketika Dia datang. Namun kenyataannya, perkataan ini sebenarnya bukan diucapkan oleh Tuhan Yesus, juga bukan sebuah nubuat dari Kitab Wahyu. Itu tidak lain hanyalah perkataan Rasul Paulus. Apakah tepat mengandalkan perkataan Paulus dalam hal menyambut kedatangan Tuhan? Bisakah perkataan Paulus mewakili&amp;nbsp;firman Tuhan? Cara Tuhan akhir zaman datang, dan cara Dia membawa mereka yang percaya kepada-Nya masuk ke dalam kerajaan surga adalah pekerjaan Tuhan sendiri. Paulus hanyalah seorang rasul yang menyampaikan pesan bagi Tuhan; bagaimana mungkin dia bisa mengetahui hal-hal seperti itu? Menyambut kedatangan Tuhan adalah masalah yang sangat penting, sesuatu yang harus mengandalkan firman Tuhan Yesus untuk kita bisa menjadi akurat. Tuhan Yesus berkata: &quot;&lt;strong&gt;Bapa kami yang di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Kerajaan-Mu datanglah, kehendak-Mu terjadilah di bumi, seperti di surga&lt;/strong&gt;&quot; (Matius 6:9&amp;ndash;10). Kitab Wahyu juga berisi nubuat-nubuat berikut ini: &quot;&lt;strong&gt;Dan aku, Yohanes, melihat kota yang kudus, Yerusalem Baru, yang turun dari Tuhan dari surga&amp;hellip; Dan aku mendengar suara nyaring dari surga berkata: Lihatlah Bait Suci Tuhan ada bersama manusia, dan Dia akan tinggal bersama mereka dan mereka akan menjadi umat-Nya dan Tuhan sendiri akan ada bersama mereka, menjadi Tuhan mereka&lt;/strong&gt;&quot; (Wahyu) 21:2&amp;ndash;3). &quot;&lt;strong&gt;Kerajaan-kerajaan di dunia ini menjadi milik Tuhan kita, dan Kristus-Nya; dan Dia akan memerintah sampai selama-selamanya&lt;/strong&gt;&quot; (Wahyu 11:15). Dalam nubuat-nubuat ini, kata-kata &quot;&lt;strong&gt;turun dari Tuhan dari surga,&lt;/strong&gt;&quot; &quot;&lt;strong&gt;Bait Suci Tuhan ada bersama manusia,&lt;/strong&gt;&quot; dan &quot;&lt;strong&gt;Kerajaan-kerajaan di dunia ini menjadi milik Tuhan kita, dan Kristus-Nya,&lt;/strong&gt;&quot; menunjukkan bahwa Tuhan akan mendirikan kerajaan-Nya di bumi, dan tempat tujuan yang telah Dia atur bagi manusia juga berada di bumi. Bukankah itu berarti keinginan kita yang terus-menerus untuk diangkat masuk ke dalam surga berasal dari gagasan dan imajinasi kita sendiri? Dan bukankah ini berjalan di jalan yang berbeda dari Tuhan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Kenyataannya adalah Tuhan tidak pernah berbicara tentang mengangkat orang ke angkasa, dan ini adalah sesuatu yang dapat kita kenali dari fakta-fakta pekerjaan Tuhan. Pada mulanya, Tuhan menciptakan manusia dari debu tanah dan menempatkannya di Taman Eden, tempat dia tinggal dan menyembah Tuhan dengan benar. Pada zaman Nuh, Tuhan juga tidak mengangkat Nuh dan keluarganya ke angkasa untuk menghindari banjir; sebaliknya, Dia memerintahkan Nuh untuk mengambil tindakan praktis, yaitu membangun sebuah bahtera di bumi. Di akhir Zaman Hukum Taurat, manusia menghadapi bahaya dihukum mati karena melanggar hukum-hukum Tuhan. Tuhan tidak mengangkat mereka ke angkasa untuk mendapatkan korban penghapus dosa, melainkan secara pribadi menjadi manusia dan datang ke bumi, di mana Dia benar-benar disalibkan bagi umat manusia, membebaskan manusia dari dosa. Dari sini kita dapat memahami bahwa Tuhan terus bekerja di bumi demi keselamatan manusia, membimbing manusia dalam menjalani kehidupan dan menyembah Tuhan. Kerinduan kita yang terus-menerus untuk diangkat ke angkasa jelas bertentangan dengan kehendak Tuhan!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/OpQdDkiojwE&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h2 id=&quot;two&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Apa yang Dimaksud Dengan Pengangkatan Sebelum Kesengsaraan Besar?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Beberapa darimu mungkin tidak jelas tentang apa yang dimaksud dengan &quot;diangkat.&quot; Untuk memahami hal ini, marilah kita terlebih dahulu membaca apa yang dikatakan firman Tuhan. Tuhan berkata: &quot;&lt;strong&gt;&apos;Diangkat&apos; bukan diambil dari tempat yang rendah ke tempat yang tinggi seperti yang orang bayangkan. Ini kesalahan yang besar. Diangkat mengacu pada penentuan-Ku sejak semula dan pemilihan-Ku. Ini ditujukan kepada semua orang yang telah Kutentukan sejak semula dan Kupilih. Mereka yang telah mendapatkan status sebagai anak sulung, status sebagai anak-anak, atau umat adalah mereka semua yang telah diangkat. Ini adalah yang paling tidak sesuai dengan pemahaman manusia. Mereka yang berbagian di rumah-Ku di masa depan adalah semua orang yang telah diangkat di hadapan-Ku. Ini sepenuhnya benar, tidak akan pernah berubah, dan tidak dapat dibantah oleh siapa pun. Ini adalah serangan balik terhadap Iblis. Siapa pun yang telah Kutentukan dari semula akan diangkat di hadapan-Ku&lt;/strong&gt;&quot; (&quot;Bab 104, Perkataan Kristus pada Awal Mulanya&quot; dalam &quot;&lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/the-word-appears-in-the-flesh.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia&lt;/a&gt;&quot;). Firman ini memberi tahu kita bahwa diangkat artinya bukan dibawa ke angkasa untuk bertemu Tuhan seperti yang kita bayangkan; sebagai gantinya, itu berarti dapat menerima dan menaati pekerjaan baru Tuhan setelah mendengar suara-Nya, mengikuti jejak langkah Anak Domba dengan saksama, dan datang ke hadapan Tuhan ketika Dia datang ke bumi dan melakukan pekerjaan-Nya. Inilah satu-satunya arti pengangkatan yang sejati. Sama seperti saat Tuhan Yesus datang untuk melakukan pekerjaan penebusan: Petrus, perempuan Samaria, Yakobus, dan yang lainnya mengenali suara Tuhan ketika mereka mendengar perkataan-Nya dan berketetapan bahwa Dia adalah Mesias yang telah datang. Sebagai hasilnya, mereka menerima keselamatan Tuhan dan semuanya dibangkitkan di hadapan Tuhan selama Zaman Kasih Karunia. Semua manusia yang pada akhir zaman menyambut kedatangan Tuhan kembali dan menerima pekerjaan Tuhan sekarang ini adalah mereka yang mengikuti jejak langkah Anak Domba, dan yang dibangkitkan di hadapan Tuhan!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h2 id=&quot;three&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Cara untuk Diangkat Sebelum Kesengsaraan Besar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h2&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/iUOpfq3p2Rg&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Jadi, apa yang harus kita lakukan untuk menyambut Tuhan dan diangkat sebelum bencana? Ini telah dinubuatkan sejak lama di dalam Alkitab, ketika Tuhan Yesus berkata: &quot;&lt;strong&gt;Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu&lt;/strong&gt;&quot; (Yohanes 16:12-13). Pasal 2 dan 3 dari Kitab Wahyu menubuatkan beberapa kali: &quot;&lt;strong&gt;Barang siapa memiliki telinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja.&lt;/strong&gt;&quot; Ada juga pasal 3, ayat 20: &quot;&lt;strong&gt;Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku.&lt;/strong&gt;&quot; Firman Tuhan berkata: &quot;&lt;strong&gt;Kita sedang mencari jejak langkah Tuhan. Kita tidak sedang mencari tokoh rohani, apalagi mengejar tokoh ternama, melainkan sedang mengejar jejak langkah Tuhan. Oleh karena inilah, berhubung kita sedang mencari jejak langkah Tuhan, maka kita pun harus mencari kehendak Tuhan, firman Tuhan, perkataan Tuhan&amp;mdash;sebab, di mana pun ada firman baru yang diucapkan Tuhan, suara Tuhan ada di sana, dan di mana pun ada langkah kaki Tuhan, perbuatan Tuhan juga ada di sana. Di mana pun ada pengungkapan Tuhan, di sanalah Tuhan menampakkan diri, dan di mana pun Tuhan menampakkan diri, di situlah kebenaran, dan jalan, dan hidup ada&lt;/strong&gt;&quot; (&quot;Penampakan Tuhan Telah Mengantarkan Zaman yang Baru&quot; dalam &quot;Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia&quot;). Firman Tuhan memberi tahu kita bahwa jika kita ingin menyambut Tuhan, menyelidiki pekerjaan dan Firman Tuhan adalah kuncinya. Tidak ada yang lebih penting daripada mencari di mana perkataan Roh Kudus kepada gereja-gereja sekarang ini, dan di mana penampakan dan pekerjaan Tuhan sekarang ini. Jika kita tidak berinisiatif atau secara aktif mencari jejak kaki Tuhan, jika kita tidak menganggap penting untuk mendengar suara Tuhan, melainkan secara pasif menatap awan di angkasa, hanya diam saja menunggu Tuhan untuk datang dan mengangkat kita ke angkasa, bukankah pikiran seperti itu adalah khayalan? Dan kemudian bukankah itu berarti kita akan selamanya tidak mampu menyambut Tuhan, yang pada akhirnya menyia-nyiakan kesempatan untuk diangkat oleh-Nya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Jadi di manakah jejak kaki Tuhan? Dan di manakah Tuhan mengucapkan firman-Nya? Sekarang, hanya &lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Gereja&amp;nbsp;Tuhan Yang Mahakuasa&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang secara terbuka menjadi saksi bagi umat manusia bahwa Tuhan telah datang kembali: yaitu, Tuhan yang berinkarnasi pada akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa.&amp;nbsp;Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan jutaan firman, menyingkapkan banyak kebenaran dan misteri, serta menyingkapkan bagi kita rencana pengelolaan Tuhan selama enam ribu tahun,&amp;nbsp;misteri &lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/God-s-incarnation-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;inkarnasi&lt;/a&gt;, dan misteri Alkitab. Demikian juga, Dia telah mengungkapkan firman untuk menghakimi dan menelanjangi manusia, dan menyingkapkan fakta sebenarnya dari kerusakan kita di tangan Iblis dan berbagai watak jahat kita. Dengan menerima penghakiman dan hajaran firman Tuhan, kita melihat kerusakan diri kita sendiri, dan melihat bahwa segala sesuatu yang kita singkapkan adalah watak jahat dari kecongkakan, keegoisan, ketidakpedulian, pengkhianatan, dan kelicikan, dan bahwa kita tidak memiliki hati nurani dan nalar. Kita telah benar-benar diyakinkan oleh firman Tuhan, kita bersujud di hadapan Tuhan, diliputi dengan penyesalan, dan kita memiliki beberapa pengetahuan tentang watak Tuhan yang adil dan kudus; di dalam diri kita lahir hati yang penuh hormat dan ketaatan kepada Tuhan, dan kita menegaskan dari dalam hati kita bahwa semua yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran, dan mampu mentahirkan serta mengubah manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Sekarang, Firman Tuhan Yang Mahakuasa sedang menyebar di antara manusia. Banyak orang dari berbagai denominasi Kristen yang adalah orang percaya sejati dan sungguh-sungguh mencintai kebenaran telah mendengar suara Tuhan, dibangunkan oleh firman Tuhan, dan kembali ke hadapan takhta-Nya. Mereka menikmati penyiraman dan makanan dari firman-Nya, dan merasakan betapa otoritatif dan sangat berkuasanya firman ini, mereka telah berketetapan bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali. Mereka adalah orang-orang yang diangkat sebelum kesengsaraan besar! Marilah kita membaca satu bagian dari firman Tuhan Yang Mahakuasa: &quot;&lt;strong&gt;Suara-Ku akan menyebar ke seluruh bumi; Ketika melihat umat pilihan-Ku, Aku ingin berbicara lebih banyak kepada mereka. Seperti guruh hebat yang menggoncangkan gunung-gunung dan sungai-sungai, Aku mengucapkan firman-Ku kepada seluruh alam semesta dan umat manusia. Oleh karena itulah, firman yang keluar dari mulut-Ku telah menjadi kekayaan manusia, dan semua manusia menghargai firman-Ku. Kilat memancar dari Timur terus sampai ke Barat. Firman-Ku begitu berharga sampai-sampai manusia enggan melepaskannya dan pada saat yang sama mendapati bahwa firman itu tak terselami, tetapi semakin bersuka di dalamnya. Seperti bayi yang baru lahir, semua orang bergembira dan bersukacita, merayakan kedatangan-Ku. Dengan suara-Ku, Aku akan membawa semua manusia ke hadapan-Ku. Sejak saat itu, Aku resmi masuk ke dalam ras manusia supaya mereka datang menyembah-Ku. Dengan kemuliaan yang Aku pancarkan dan firman dalam mulut-Ku, Aku akan menjadikannya sedemikian rupa sehingga semua manusia datang ke hadapan-Ku dan melihat kilat yang menyambar dari Timur dan melihat bahwa Aku juga telah turun ke &apos;Bukit Zaitun&apos; di Timur. Mereka akan melihat bahwa Aku sudah lama ada di bumi, bukan lagi sebagai Anak Orang Yahudi, tetapi sebagai &lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/gospel/eastern-lightning-come-from.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Kilat dari Timur&lt;/a&gt;. Karena Aku telah lama bangkit, dan telah beranjak dari tengah-tengah umat manusia, lalu menampakkan diri lagi dengan kemuliaan di antara manusia. Akulah Dia yang disembah berabad-abad lamanya sebelum saat ini, dan Aku juga bayi yang ditelantarkan orang Israel berabad-abad sebelum saat ini. Terlebih lagi, Akulah Tuhan Yang Mahakuasa dan penuh kemuliaan di zaman sekarang ini! Biarlah semua orang datang ke hadapan takhta-Ku dan melihat wajah kemuliaan-Ku, mendengar suara-Ku, dan memandang pada perbuatan-perbuatan-Ku. Inilah keseluruhan kehendak-Ku. Inilah akhir dan puncak rencana-Ku, dan juga tujuan pengelolaan-Ku. Biarlah setiap bangsa menyembah-Ku, setiap lidah mengakui Aku, setiap manusia memercayai-Ku, dan setiap umat tunduk kepada-Ku!&lt;/strong&gt;&quot; (&quot;Deru Tujuh Guruh&amp;mdash;Menubuatkan Bahwa Injil Kerajaan Akan Tersebar ke Seluruh Alam Semesta&quot; dalam &quot;Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia&quot;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Apa yang engkau rasakan setelah membaca bagian dari Firman Tuhan ini? Apakah tidak ada kegembiraan di dalam hatimu? Apakah engkau merasa bahwa firman adalah perkataan Sang Pencipta yang berbicara kepada seluruh umat manusia? Apakah engkau merasa bahwa Tuhan sekarang sedang bersaksi kepada kita bahwa Dia telah datang kembali? Apa pun yang mungkin engkau rasakan, kita memiliki tugas yang mendesak di hadapan kita: kita harus&amp;nbsp;menjadi gadis bijaksana, mendengarkan firman yang diucapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, dan menyelidiki pekerjaan-Nya pada akhir zaman dengan pikiran terbuka.&amp;nbsp;Tidak ada jalan lain untuk diangkat sebelum kesengsaraan besar!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Catatan Editor: Di masa seperti ini ketika dunia dilanda bencana, banyak orang yang ingin menyambut kedatangan Tuhan kembali untuk diangkat sebelum kesengsaraan besar untuk mengikuti perjamuan dengan Tuhan dan untuk menerima pemeliharaan dan perlindungan-Nya. Bukankah membaca tulisan ini menunjukkan kepada Anda jalan untuk diangkat sebelum kesengsaraan besar? Saya berharap Anda akan membagikan tulisan ini dengan saudara-saudari lainnya sehingga lebih banyak orang dapat segera diangkat dan menyambut Tuhan. Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan hubungi kami. Kami akan menjawab Anda sesegera mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Jika Anda ingin tahu lebih banyak, silakan hubungi kami:&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
1.Melalui Messenger Hubungi Kami:&lt;a href=&quot;https://www.messenger.com/login.php?next=https%3A%2F%2Fwww.messenger.com%2Ft%2F1678094015605774%2F%3Fref%3Dwebsite%26messaging_source%3Dsource%253Apages%253Amessage_shortlink&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;https://bit.ly/3dOiDkK&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
2.Hubungi kami di Whatsapp: +62-812-6457-0337&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://returnofjesus.at.ua/blog/how_to_be_mentioned_before_the_catastrophe/2020-06-10-214</link>
			<category>Kilat dari Timur - Kesaksian</category>
			<dc:creator>leocuit8</dc:creator>
			<guid>https://returnofjesus.at.ua/blog/how_to_be_mentioned_before_the_catastrophe/2020-06-10-214</guid>
			<pubDate>Wed, 10 Jun 2020 12:18:16 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Bacaan Firman Tuhan - Juruselamat Telah Datang Kembali di Atas &quot;Awan Putih&quot;（Kutipan）</title>
			<description>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;&lt;!--td {border: 1px solid #ccc;}br {mso-data-placement:same-cell;}--&gt;
&lt;/style&gt;
&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Memahami misteri Tuhan datang &quot;di atas awan&quot;, Anda akan dapat menyambut Tuhan Yesus&lt;br /&gt;
Akhir zaman telah tiba dan bencana terus terjadi, banyak orang meninggal dalam wabah setiap hari, dapat dilihat ada orang-orang yang berdoa di jalanan, alun-alun, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan bahkan di atap. Kita berdoa agar Tuhan Yesus akan datang di atas awan sesegera mungkin untuk menampakkan diri kepada kita. Saat menjelajah Internet, saya melihat kabar baik bahwa Tuhan telah kembali dengan awan. Saya tahu bahwa &quot;awan putih&quot; bukanlah berarti awan materi di langit. Paragraf firman berikut akan mengungkapkan misteri &quot;awan putih&quot; bagi kita dan membantu kita dapat menyambut Tuhan Yesus sesegera mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;colo...</description>
			<content:encoded>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;&lt;!--td {border: 1px solid #ccc;}br {mso-data-placement:same-cell;}--&gt;
&lt;/style&gt;
&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Memahami misteri Tuhan datang &quot;di atas awan&quot;, Anda akan dapat menyambut Tuhan Yesus&lt;br /&gt;
Akhir zaman telah tiba dan bencana terus terjadi, banyak orang meninggal dalam wabah setiap hari, dapat dilihat ada orang-orang yang berdoa di jalanan, alun-alun, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan bahkan di atap. Kita berdoa agar Tuhan Yesus akan datang di atas awan sesegera mungkin untuk menampakkan diri kepada kita. Saat menjelajah Internet, saya melihat kabar baik bahwa Tuhan telah kembali dengan awan. Saya tahu bahwa &quot;awan putih&quot; bukanlah berarti awan materi di langit. Paragraf firman berikut akan mengungkapkan misteri &quot;awan putih&quot; bagi kita dan membantu kita dapat menyambut Tuhan Yesus sesegera mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;iframe allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/3EnO0ePKEjI&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Bacaan&amp;nbsp;Firman Tuhan&amp;nbsp;- Juruselamat Telah Datang Kembali di Atas &quot;Awan Putih&quot;（Kutipan）&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tuhan Yang Mahakuasa&lt;/a&gt;&amp;nbsp;berkata: &quot;Selama ribuan tahun, manusia telah begitu rindu untuk dapat menyaksikan kedatangan sang Juruselamat. Manusia sangat rindu melihat Yesus sang Juruselamat di atas awan putih, saat Ia sendiri turun ke antara mereka yang selama ribuan tahun telah merindukan dan mendambakan-Nya. Manusia telah merindukan agar sang Juruselamat datang dan bersatu kembali dengan umat-Nya, yakni, agar Yesus sang Juruselamat datang kembali kepada orang-orang yang telah dipisahkan dari-Nya selama ribuan tahun. Manusia berharap Ia akan melakukan lagi pekerjaan penebusan yang dahulu dilakukan-Nya di antara orang Yahudi, akan berbelas kasihan dan mengasihi manusia, akan mengampuni dosa manusia, menanggung dosa manusia, dan bahkan menanggung segala pelanggaran manusia serta membebaskan manusia dari dosa. Mereka merindukan Yesus sang Juruselamat tetap sama seperti sebelumnya&amp;mdash;Juruselamat yang dicintai, manis, dan dipuja, yang tak pernah murka terhadap manusia, dan tak pernah mencela manusia. Juruselamat ini mengampuni dan menanggung semua dosa manusia, dan bahkan mati di atas kayu salib bagi manusia sekali lagi. Semenjak Yesus pergi, murid-murid yang mengikuti-Nya, dan semua orang kudus yang diselamatkan berkat nama-Nya, terus merindukan-Nya dan menantikan-Nya dengan penuh harap. Semua orang yang diselamatkan oleh kasih karunia Yesus Kristus selama Zaman Kasih Karunia menanti-nantikan datangnya hari kesukaan di akhir zaman, saat Yesus sang Juruselamat datang di atas awan putih dan menampakkan diri di antara manusia. Tentu saja, ini juga keinginan semua orang yang menerima nama Yesus sang Juruselamat saat ini. Di seluruh alam semesta, semua orang yang mengenal keselamatan dari Yesus sang Juruselamat sangat mendambakan kedatangan Yesus Kristus yang tiba-tiba, untuk menggenapi firman-Nya ketika berada di bumi: &apos;Aku akan datang dengan cara yang sama seperti Aku pergi.&apos; Manusia percaya bahwa setelah penyaliban dan kebangkitan, Yesus kembali ke surga di atas awan putih, lalu mengambil tempat-Nya di sebelah kanan Yang Mahatinggi. Manusia beranggapan bahwa dengan cara yang sama, Yesus akan turun, sekali lagi di atas awan putih (awan ini mengacu pada awan yang dinaiki Yesus waktu Ia kembali ke Surga), ke antara orang-orang yang sangat mendambakan-Nya selama ribuan tahun, dan bahwa Ia akan mengambil rupa orang Yahudi dan mengenakan pakaian mereka. Setelah menampakkan diri kepada manusia, Ia akan mengaruniakan makanan kepada mereka, dan membuat aliran-aliran air hidup menyembur bagi mereka, dan akan hidup di antara manusia, penuh kasih karunia dan kasih, hidup dan nyata. Demikian seterusnya. Namun, Yesus sang Juruselamat tidak melakukan hal ini; Ia melakukan hal yang bertentangan dengan pemahaman manusia. Ia tidak datang ke antara orang-orang yang mendambakan kedatangan-Nya kembali, dan tidak menampakkan diri kepada semua manusia sembari mengendarai awan putih. Ia sudah datang, tetapi manusia tidak mengenali-Nya, dan tetap mengabaikan kedatangan-Nya. Manusia hanya menantikan-Nya tanpa tujuan, tanpa menyadari bahwa Ia telah turun di atas &apos;awan putih&apos; (awan yang adalah Roh-Nya, perkataan-Nya, dan seluruh watak-Nya, serta seluruh keberadaan-Nya), dan kini Ia berada di antara sekelompok pemenang yang akan dibentuk-Nya pada akhir zaman. Manusia tidak mengetahui hal ini: Walaupun Yesus, Juruselamat yang kudus itu, penuh kasih sayang dan mengasihi manusia, bagaimana mungkin Ia bekerja dalam &apos;bait&apos; yang didiami oleh roh-roh yang cemar dan najis? Meskipun manusia sedang menantikan kedatangan-Nya, bagaimana mungkin Ia menampakkan diri kepada orang-orang yang memakan daging orang yang tidak benar, meminum darah orang yang tidak benar, mengenakan pakaian orang yang tidak benar, yang percaya kepada-Nya, tetapi tidak mengenal-Nya, dan yang selalu menuntut-Nya? Manusia hanya mengetahui bahwa Yesus sang Juruselamat itu penuh kasih dan belas kasihan, dan Ia adalah korban penghapus dosa yang penuh penebusan. Akan tetapi, manusia tidak tahu bahwa Ia juga adalah Tuhan itu sendiri, yang sangat penuh dengan kebenaran, kemegahan, murka, dan penghakiman, memiliki otoritas serta penuh dengan kehormatan. Oleh karena itu, meskipun manusia sungguh-sungguh mendambakan dan menginginkan kedatangan kembali sang Penebus, dan meskipun Surga tergerak oleh doa-doa manusia, Yesus sang Juruselamat tidak menampakkan diri kepada mereka yang percaya kepada-Nya tetapi yang tidak mengenal-Nya.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://returnofjesus.at.ua/blog/the_savior_has_returned/2020-06-09-213</link>
			<category>Kilat dari Timur - Video</category>
			<dc:creator>leocuit8</dc:creator>
			<guid>https://returnofjesus.at.ua/blog/the_savior_has_returned/2020-06-09-213</guid>
			<pubDate>Tue, 09 Jun 2020 05:53:34 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Apakah Sains Menjadi Berkat atau Kutuk bagi Manusia?</title>
			<description>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Sun Yongli (Seorang dosen di Akademi Ilmu Sosial): Bicaramu tadi bagus sekali. Terdengar sangat masuk akal. Tapi itu tidak sesuai dengan sains, dan belum ada bukti ilmiah. Karena itu, tidak mungkin menentukan apa Tuhan ada atau tidak. Dalam kepercayaan kalian kepada Tuhan, kalian memiliki ide dan pendapat sendiri. Bagiku sepertinya ide dan teori kalian adalah perasaan kesadaran subjektif, dan semuanya hanyalah ilusi. Kami Komunis percaya materialisme dan teori evolusi adalah kebenaran, karena mereka setuju dengan sains. Negara kita menyediakan pendidikan yang relevan, dari sekolah dasar hingga universitas. Mengapa begini? Untuk mengilhami semua anak dengan pemikiran ateis dan evolusionis sejak usia dini, sehingga mereka menghindari agama dan takhayul, sehingga mereka dapat menjelaskan semua pertanyaan secara rasional. Misalnya, mengenai asal-usul kehidupan. Di masa lalu, kita tidak tahu apa-apa, ...</description>
			<content:encoded>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Sun Yongli (Seorang dosen di Akademi Ilmu Sosial): Bicaramu tadi bagus sekali. Terdengar sangat masuk akal. Tapi itu tidak sesuai dengan sains, dan belum ada bukti ilmiah. Karena itu, tidak mungkin menentukan apa Tuhan ada atau tidak. Dalam kepercayaan kalian kepada Tuhan, kalian memiliki ide dan pendapat sendiri. Bagiku sepertinya ide dan teori kalian adalah perasaan kesadaran subjektif, dan semuanya hanyalah ilusi. Kami Komunis percaya materialisme dan teori evolusi adalah kebenaran, karena mereka setuju dengan sains. Negara kita menyediakan pendidikan yang relevan, dari sekolah dasar hingga universitas. Mengapa begini? Untuk mengilhami semua anak dengan pemikiran ateis dan evolusionis sejak usia dini, sehingga mereka menghindari agama dan takhayul, sehingga mereka dapat menjelaskan semua pertanyaan secara rasional. Misalnya, mengenai asal-usul kehidupan. Di masa lalu, kita tidak tahu apa-apa, dan percaya pada cerita, seperti pemisahan langit dan bumi, dan Nüwa menciptakan manusia. Orang Barat, mereka percaya Tuhan menciptakan kita semua. Sebenarnya, ini semua mitologi dan legenda, serta tidak sesuai dengan sains. Sejak teori evolusi menjelaskan asal mula umat manusia, bagaimana manusia berevolusi dari kera, legenda Tuhan yang menciptakan manusia sudah tidak berlaku lagi. Semua hal telah berevolusi sepenuhnya dalam alam. Ini adalah kebenaran. Karena itu kita harus percaya pada sains dan pada evolusi. Kalian semua berwawasan dan berpendidikan. Bagaimana bisa kalian percaya Tuhan? Aku tak bisa memahaminya. Maukah kalian berbagi pandangan dengan kami?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;He Hongchang (Direktur pusat pencucian otak): Profesor Sun mengajar dengan baik. Dia berikan alasan untuk percaya pada sains dan evolusi dengan cara yang masuk akal. Semuanya, tolong ungkapkan sudut pandang kalian, kemukakan gagasan kalian. Bicaralah dengan bebas, jangan ditahan-tahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Zhang Mingdao (Seorang Kristen): Aku akan melanjutkan bicara. Anggota Partai Komunis percaya pada materialisme dan evolusi, dan kau memuja Marx dan Darwin. Lalu mengapa semakin sedikit orang di dunia yang percaya pada materialisme dan evolusi? Dari umat manusia, mereka yang percaya kepada Tuhan adalah mayoritas. Dari semua yang benar-benar percaya, tidak ada yang percaya pada evolusi. Bahkan di antara orang yang tidak beriman, tidak banyak yang percaya evolusi. Zaman sekarang ini, apa orang percaya kepada Darwin? Adakah orang yang mengakui evolusi sebagai kebenaran? Mungkin tidak sebanyak yang kalian pikirkan. Profesor Sun, boleh aku bertanya: Apakah setiap orang yang percaya pada evolusi mengakui bahwa kera adalah leluhur mereka? Dalam upacara untuk leluhur, apakah mereka menghormati kera? Jika mereka tidak menghormati kera, tetapi terus berujar bahwa evolusi itu benar, mereka tidak mempraktikkan apa yang mereka khotbahkan. Profesor Sun, kau memuja sains, mendasarkan segalanya pada sains, dan menggunakan sains untuk menjelaskan semuanya. Boleh aku bertanya? Apakah sains itu kebenaran? Bagaimanakah kemunculan sains? Mengapa begitu banyak teori ilmiah yang telah diterbitkan kemudian dibantah oleh ilmuwan lain? Apakah kau berani mengatakan bahwa sains adalah kebenaran? Aku bertanya kepadamu: Dapatkah sains menyelamatkan kita dari kerusakan? Dapatkah sains menyelamatkan umat manusia dari kuasa Iblis? Dapatkan sains menolong orang menyingkirkan dosa dan menjalani hidup yang berarti? Dapatkah sains membawa kedamaian bagi dunia? Dapatkah sains memberikan kebahagiaan dan tujuan yang mulia kepada kita? Dapatkah sains memberikan keamanan dan kebahagiaan kepada kita? Dapatkah sains memprediksi perkembangan dan tujuan umat manusia? Sains tidak dapat melakukan semua hal ini. Bagaimana bisa kau mengatakan sains adalah kebenaran? Pada akhirnya, apakah itu kebenaran? Dapatkah kau dengan yakin mengatakannya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;iframe allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/zWw4RIU-OsY&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Han Dongmei (Seorang Kristen): Profesor, karena kau sangat mengagungkan sains, tolong jelaskan pada kami: apa sebenarnya sains itu? Sains adalah beberapa teori yang hanya ada di alam pengetahuan diteliti oleh manusia rusak saat menghadapi dunia yang Tuhan ciptakan. Itu sepenuhnya berasal dari pikiran manusia. Manusia yang rusak tidak memiliki kebenaran. Sains berasal dari manusia. Bagaimana kau menjelaskan bahwa pengetahuan ilmiah adalah kebenaran? Kebenaran hanya berasal dari Tuhan. Hanya Tuhanlah Sang Pencipta. Hanya firman yang diungkapkan Sang Pencipta yang merupakan kebenaran. Sejak Tuhan menampakkan diri, bekerja, dan mengungkap banyak firman, manusia mengalami firman-Nya. Mereka telah mengakui hanya&amp;nbsp;firman Tuhan&amp;nbsp;yang merupakan kebenaran; fakta yang tak bisa diubah. Di Zaman Hukum Taurat, Tuhan menyatakan banyak hal, menuntun manusia untuk menaati hukum Tuhan, dengan demikian memperoleh perlindungan dan berkat pemeliharaan Tuhan. Mereka yang melanggar hukum dinyatakan bersalah dan dikutuk. Pada Zaman Kasih Karunia, Tuhan Yesus disalibkan karena dosa umat manusia, dan Dia menebus umat manusia. Dengan percaya kepada-Nya, dosa manusia diampuni, dan mereka bisa menikmati kasih karunia dan berkat Tuhan. Dengan tibanya Zaman Kerajaan,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tuhan Yang Mahakuasa&lt;/a&gt;&amp;nbsp;telah menampakkan diri dan bekerja, mengungkapkan kebenaran untuk menghakimi dan menyucikan orang, sepenuhnya menyelamatkan orang dari kuasa Iblis, menyebabkan orang-orang kembali kepada Tuhan, dan mendapatkan berkat Tuhan, menganugerahkan kepada mereka tempat tujuan yang indah. Fakta-fakta pekerjaan Tuhan cukup untuk menunjukkan bahwa firman Tuhan adalah kebenaran, dan mereka membawa terang, berkat, dan keselamatan bagi manusia. Selama ribuan tahun, Tuhan telah memakai firman untuk memimpin umat manusia, dan membimbing kita ke saat ini. Tuhan memakai firman untuk mencapai semuanya, setiap firman Tuhan menjadi kenyataan. Ini fakta yang dapat dilihat siapa pun. Tuhan Yesus berkata: &quot;Seungguhnya Aku berkata kepadamu, Sampai langit dan bumi berlalu, satu garis atau satu tanda baca saja tidak akan ditiadakan dari Hukum Taurat, sampai semuanya digenapi&quot; (Matius 5:18). &quot;Langit dan bumi akan berakhir, tapi firman-Ku tidak akan berakhir&quot; (Matius 24:35). Akhir zaman telah tiba, dan banyak orang Kristen telah melihat bahwa nubuatan Tuhan Yesus telah menjadi kenyataan. Ini menunjukkan bahwa hanya firman Tuhan yang merupakan kebenaran dan hal yang positif. Ini adalah fakta yang tidak dapat disangkal siapa pun. Hanya Tuhan yang dapat menyelamatkan umat manusia. Hanya firman Tuhan yang merupakan kebenaran, dan bisa menjadi kehidupan manusia. Sains bukanlah kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;He Hongchang: Murid-murid, bagiku, aku tidak tahu apa itu kebenaran, aku tidak mengerti sains. Tapi aku tahu, jika bukan karena sains, kita takkan punya kehidupan yang super nyaman seperti yang kita miliki sekarang. Bukankah semua hasil sains yang orang nikmati saat ini dipersembahkan oleh sains? Hanya melalui sains, semua penyakit yang diderita manusia belakangan ini dapat disembuhkan. Semua masalah manusia, menunggu solusi dari sains. Bukankah ini yang kalian sebut kebenaran? Kalian percaya Tuhan, dan berkata firman Tuhan adalah kebenaran. Aku tidak percaya itu. Aku hanya tahu bahwa tanpa sains, umat manusia tidak akan berkembang. Kita akan tanpa cahaya; kita akan dalam kegelapan. Mungkin kepercayaan kalian berarti Tuhan dapat menyelesaikan semua masalah kalian? Bisakah Dia membuat kalian menjalani kehidupan yang bahagia? Jika kita hanya percaya kepada Tuhan, dan bukan sains, bisakah masyarakat maju? Bagiku tampaknya kalian orang percaya tidak tahu realitas. Dapatkah Tuhan menyelamatkan kalian dari semua penderitaan, penganiayaan Partai Komunis? Dapatkah Tuhan menghancurkan Partai Komunis? Ini fakta-fakta yang sederhana. Bagaimana kalian menjelaskannya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Pan Long (Wakil direktur pusat pencucian otak): Direktur He benar. Tanpa perkembangan ilmiah, manusia akan menjadi bebal, barbar, bodoh, dan terbelakang. Bertahun-tahun yang lalu, kita tidak memahami cara menggunakan sumber daya alam. Sekarang, sains telah berkembang, kita mengekstrak batubara, minyak bumi, gas alam, dan membangun tenaga nuklir. Ini telah memajukan masyarakat dan ekonomi secara besar-besaran, dan telah meningkatkan kualitas hidup kita. Dengar, populasi kita bertambah setiap hari, dan persediaan makanan berkurang. Dengan teknologi, pestisida, dan bahan kimia, hasil panen meningkat pesat. Kita dapat membantu orang-orang, bisa makan, dan berpakaian dengan baik. Dapatkah masalah-masalah ini diselesaikan dengan keyakinan kepada Tuhan? Bukankah itu hanya hasil dari sains? Karena itu kita harus memiliki keyakinan dalam sains. Kalian lihat, hanya sains yang dapat membuat perbedaan dan mengubah dunia ini, bahkan bisa membantu mengendalikan dunia. Dengan mengandalkan sains, kita mampu membangun kehidupan yang bahagia untuk diri kita sendiri, dan membangun tanah air yang agung. Kita tidak butuh Tuhan melainkan sains. Kita butuh sains untuk bekerja. Apa yang kukatakan itu salah?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Xu Xiangguang (Seorang Kristen): Direktur Pan, kau percaya pada sains, dan berpikir sains dapat membantu kita berkembang dan membuat kita bahagia. Apakah ini kenyataan? Sains telah berkembang, tetapi apa yang sebenarnya telah dicapainya? Dari luar, tampaknya sains telah membawa hasil positif. Standar kehidupan tampaknya telah meningkat, masyarakat terlihat berkembang pesat. Dalam kenyataannya, sains telah membawa kita pada krisis kepercayaan, karena kita menjauhi, menyangkal, dan mengkhianati Tuhan. Karena banyak orang yang percaya pada sains, tidak menemukan Tuhan. Sebaliknya mereka mencari kesenangan fisik. Mengikuti tren ini, moral manusia telah menurun, menjadi semakin jahat. Jiwa orang-orang semakin kosong. Mereka mencari kegembiraan, dan mengikuti nafsu. Kecanduan narkoba dan bunuh diri meningkat. Ini semua fakta. Saat kita mengembangkan sains, kita merusak lingkungan, mencemari udara, air, dan bahkan tanah serta makanan kita. Ini telah menyebabkan kerugian besar bagi kita. Banyak negara terlibat perlombaan senjata, memeras otak mereka untuk membuat senjata canggih. Sains telah membuat senjata nuklir dan peluru kendali, membuat kita semua menghadapi bahaya kehancuran. Jika Perang Dunia ke-III dimulai, itu akan membawa malapetaka bagi umat manusia. Bisa dibilang hari di mana sains mencapai puncaknya akan menjadi akhir bagi umat manusia. Direktur, dengarlah firman Tuhan Yang Mahakuasa. Mungkin kau akan mengerti apakah sains telah membawa berkat atau bencana bagi umat manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Tuhan Yang Mahakuasa berkata: &quot;Sejak manusia mulai memiliki ilmu-ilmu sosial, pikiran manusia dipenuhi dengan ilmu dan pengetahuan. Lalu, ilmu dan pengetahuan menjadi alat yang digunakan untuk memerintah umat manusia, sehingga tidak ada lagi ruang yang cukup bagi manusia untuk menyembah Tuhan, dan tidak ada lagi suasana yang mendukung penyembahan kepada Tuhan. Kedudukan Tuhan turun semakin jauh di dalam hati manusia. Dunia dalam hati manusia yang tidak memiliki tempat untuk Tuhan adalah gelap, kosong, dan tanpa pengharapan. &amp;hellip; Ilmu, pengetahuan, kebebasan, demokrasi, kesenangan, hiburan, semuanya hanya membawa penghiburan sementara pada manusia. Bahkan dengan semuanya ini, manusia tanpa terelakkan pasti akan berdosa dan meratapi ketidakadilan yang ada di masyarakat. Hal-hal ini tidak dapat mengekang keinginan dan hasrat manusia untuk mencari, karena manusia diciptakan oleh Tuhan dan pengorbanan serta pencarian manusia yang sia-sia hanya akan membawa manusia pada semakin banyak kesedihan. Manusia akan terus-menerus berada dalam ketakutan, tidak akan tahu cara menghadapi masa depan umat manusia, atau cara menghadapi perjalanan yang ada di depannya. Manusia akhirnya akan merasa takut terhadap ilmu dan pengetahuan, dan bahkan lebih takut lagi terhadap rasa kosong yang ada di dalam dirinya. &amp;hellip; Jika rakyat suatu negara atau suatu bangsa tidak dapat menerima keselamatan dan pemeliharaan Tuhan, maka negara atau bangsa seperti itu akan berada di jalan menuju kehancuran, menuju kegelapan, dan akan dimusnahkan oleh Tuhan&quot; (&lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/the-word-appears-in-the-flesh.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia&lt;/a&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Tan Xiumin (Seorang Kristen): Tuhan Yang Mahakuasa juga berfirman: &quot;Mereka juga terus melakukan penyelidikan ilmiah dan riset yang mendalam, lalu mereka memuaskan kebutuhan dan keinginan jasmani mereka sendiri tanpa henti; kemudian, apa akibatnya bagi manusia? Pertama-tama, tidak ada lagi keseimbangan ekologi dan, seiring dengan ini, tubuh manusia semuanya telah tercemar dan rusak oleh lingkungan semacam ini, dan berbagai penyakit menular serta wabah menyebar ke mana-mana. Inilah situasi yang sekarang ini tidak dapat dikendalikan oleh manusia, benar bukan? Sekarang setelah engkau semua memahami hal ini, jika umat manusia tidak mengikuti Tuhan, tetapi selalu mengikuti Iblis dengan cara ini&amp;mdash;menggunakan pengetahuan untuk terus memperkaya diri mereka sendiri, menggunakan sains untuk tanpa henti menyelidiki masa depan kehidupan manusia, menggunakan cara semacam ini untuk terus menjalani hidup&amp;mdash;dapatkah engkau mengetahui akhir yang alami dari manusia? &amp;hellip; Hasil akhirnya adalah kehancuran: mendekati kehancuran selangkah demi selangkah. Mendekati kehancuran selangkah demi selangkah!&quot; (Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia). Semua yang disampaikan Tuhan Yang Mahakuasa adalah fakta dan kebenaran. Bukankah semua yang digambarkan ini adalah akibat dari manusia yang mengembangkan sains? Umat manusia yang rusak memuja sains. Ini berbahaya! Perkembangan sains telah membawa malapetaka dan kehancuran bagi kita semua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Zhang Mingdao: Profesor, Tuhan adalah Sang Pencipta. Hanya Tuhan yang dapat menyelamatkan manusia. Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman mengungkapkan kebenaran dan menghakimi manusia untuk menyucikan dan menyelamatkan umat manusia yang rusak. Tuhan Yang Mahakuasa berkata: &quot;Pekerjaan akhir-Ku bukan sekadar demi menghukum manusia tetapi juga demi mengatur tempat tujuan mereka. Bahkan lebih dari itu, demi menerima pengakuan dari semua orang atas segala sesuatu yang telah Kuperbuat. Aku ingin setiap orang melihat bahwa semua yang Kulakukan adalah benar, bahwa semua yang Kulakukan adalah ungkapan dari watak-Ku; itu bukan perbuatan manusia, apalagi alam semesta, yang melahirkan manusia. Sebaliknya, Akulah yang memelihara seluruh makhluk hidup di antara semua ciptaan. Tanpa keberadaan-Ku, umat manusia hanya akan binasa dan mengalami pedihnya malapetaka. Tidak seorang manusia pun akan menyaksikan kembali indahnya mentari atau bulan, atau hijaunya dunia ini. Umat manusia hanya akan dapat menatap malam yang membekukan dan lembah kematian yang tak kenal ampun. Akulah satu-satunya keselamatan bagi umat manusia. Akulah harapan manusia satu-satunya, bahkan Akulah Dia tempat bergantung keberadaan seluruh umat manusia. Tanpa Aku, hidup umat manusia akan terhenti seketika. Tanpa Aku, umat manusia akan dilanda bencana dan diinjak-injak oleh segala macam roh jahat, &amp;hellip; Bencana itu berasal dari-Ku dan diatur oleh-Ku, tentu saja. Jika engkau semua tidak tampak baik di mata-Ku, jangan harap lolos dari bencana itu&quot; (Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia). Hanya dengan tunduk pada penghakiman Tuhan di akhir zaman, menerima kebenaran yang diungkap oleh Kristus, kerusakan seseorang bisa disucikan, dan manusia bisa tunduk dan menyembah Tuhan. Hanya dengan begini orang bisa selamat dari bencana karena perlindungan Tuhan, dan masuk ke dalam kerajaan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;dari naskah film &quot;Kebohongan Komunisme&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Jika Anda ingin tahu lebih banyak, silakan hubungi kami:&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
1.Melalui Messenger Hubungi Kami:&lt;a href=&quot;https://www.messenger.com/login.php?next=https%3A%2F%2Fwww.messenger.com%2Ft%2F1678094015605774%2F%3Fref%3Dwebsite%26messaging_source%3Dsource%253Apages%253Amessage_shortlink&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;https://bit.ly/3dOiDkK&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
2.Hubungi kami di Whatsapp: +62-812-6457-0337&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://returnofjesus.at.ua/blog/science_been_blessing_or_curse/2020-06-08-212</link>
			<category>Kilat dari Timur - Kesaksian</category>
			<dc:creator>leocuit8</dc:creator>
			<guid>https://returnofjesus.at.ua/blog/science_been_blessing_or_curse/2020-06-08-212</guid>
			<pubDate>Mon, 08 Jun 2020 13:17:17 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Satu-satunya Cara untuk Menghindari Bencana</title>
			<description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Chaotuo, Kota Xiaogan, Provinsi Hubei&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Semenjak Gempa Bumi Sichuan pada 12 Mei, aku selalu merasa takut dan was-was bahwa suatu hari aku akan ditimpa bencana. Secara khusus, seiring semakin banyaknya bencana yang kusaksikan, dan gempa bumi juga menjadi lebih sering, ketakutanku pada bencana yang akan datang menjadi semakin nyata. Akibatnya, aku menghabiskan seluruh hari-hari memikirkan tindakan jaga-jaga apa yang perlu kuambil untuk melindungi diriku sendiri seandainya gempa bumi terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Suatu hari, saat makan siang, saudari dari keluarga tuan rumah kebaktian menyalakan TV seperti biasanya, dan pembaca berita kebetulan sekali sedang berbicara tentang langkah-langkah penyelamatan da...</description>
			<content:encoded>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Chaotuo, Kota Xiaogan, Provinsi Hubei&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Semenjak Gempa Bumi Sichuan pada 12 Mei, aku selalu merasa takut dan was-was bahwa suatu hari aku akan ditimpa bencana. Secara khusus, seiring semakin banyaknya bencana yang kusaksikan, dan gempa bumi juga menjadi lebih sering, ketakutanku pada bencana yang akan datang menjadi semakin nyata. Akibatnya, aku menghabiskan seluruh hari-hari memikirkan tindakan jaga-jaga apa yang perlu kuambil untuk melindungi diriku sendiri seandainya gempa bumi terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Suatu hari, saat makan siang, saudari dari keluarga tuan rumah kebaktian menyalakan TV seperti biasanya, dan pembaca berita kebetulan sekali sedang berbicara tentang langkah-langkah penyelamatan dalam gempa. Bila terjadi gempa, engkau harus secepatnya lari ke luar ruangan ke tempat terbuka agar tidak terluka oleh bangunan yang runtuh. Jika tidak bisa lari keluar pada waktunya, engkau harus bersembunyi di bawah tempat tidur, meja, atau di sudut. &amp;hellip; Setelah mendengar ini, aku merasa seakan-akan telah menemukan solusi yang bisa menyelamatkan hidup, dan dengan cepat mematrikan langkah-langkah penyelamatan ini di ingatanku, agar aku dapat menyelamatkan hidupku sendiri sekiranya gempa bumi melanda. Aku kembali ke kamarku setelah makan siang, dan dengan cermat melihat ke sekeliling ke dalam dan luar rumah dan sangat kecewa dengan yang kulihat: ada banyak sampah di bawah tempat tidur, dan tidak ada ruang ekstra untuk bersembunyi. Ketika melihat keluar rumah, dalam jarak ratusan meter dari tempat aku berdiri, semua bangunannya setinggi 5 atau 6 lantai, dan saling berdempetan satu sama lain. Bahkan bila aku bisa berlari keluar dari rumah, kemungkinan besar aku tetap akan mati remuk tertimpa bangunan. Rasanya, mememuhi tugasku di sini terlalu berbahaya. Aku harus menunggu pemimpin daerah untuk datang dan memindahkanku ke keluarga tuan rumah kebaktian di pedesaan. Dengan begitu, jika terjadi gempa bumi, akan lebih mudah untuk lari ke ruang terbuka. Namun, segera tersadarlah aku: tugasku merevisi artikel membuatku lebih banyak tinggal di dalam ruang&amp;mdash;bahkan dengan tinggal di pedesaan, hidupku tetap berada dalam bahaya. Aku bisa saja mengatakan kepada pemimpin daerah untuk memindahkanku ke tim penginjilan. Dengan begitu, aku setidaknya akan berada di luar sepanjang hari, dan hal tersebut lebih aman daripada tinggal di dalam rumah. Masalahnya adalah, aku tidak tahu kapan pemimpin daerah akan datang. Aku masih perlu menyiapkan tempat berlindung untuk saat ini. Demikianlah, aku hidup dalam rasa takut setiap hari, dan tidak mampu berfokus untuk merevisi artikel-artikelku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Lalu suatu hari, aku membaca bagian berikut dalam&amp;nbsp;firman Tuhan, &quot;Persiapkanlah Perbuatan Baik yang Cukup untuk Tiba di Tempat Tujuanmu&quot;: &quot;&lt;strong&gt;Ketika malapetaka datang, kelaparan dan penyakit sampar akan menimpa semua orang yang melawan Aku dan mereka akan menangis. Mereka yang telah melakukan segala macam kejahatan, sekalipun telah mengikuti Aku selama bertahun-tahun, tidak akan lolos dari membayar dosa-dosa mereka; mereka juga akan jatuh ke dalam malapetaka, yang jarang terjadi di sepanjang jutaan tahun, akan selalu hidup dalam kepanikan dan ketakutan. Para pengikut-Ku yang telah menunjukkan kesetiaan hanya kepada-Ku akan bersukacita dan mengelu-elukan kedahsyatan-Ku. Mereka akan mengalami kesukaan yang tak terkatakan dan hidup dalam sukacita yang belum pernah Kucurahkan kepada manusia sebelumnya.&quot; &quot;Bagaimana pun, Aku harap engkau semua mempersiapkan perbuatan baik yang cukup agar tiba di tempat tujuanmu sendiri. Dengan demikian barulah Aku puas; bila tidak, tidak seorang pun di antaramu akan luput dari bencana yang akan menimpamu. Bencana itu berasal dari-Ku dan diatur oleh-Ku, tentu saja. Jika engkau semua tidak tampak baik di mata-Ku, jangan harap lolos dari bencana itu&lt;/strong&gt;&quot; (&lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/the-word-appears-in-the-flesh.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia&lt;/a&gt;). Firman Tuhan menyadarkanku. Ternyata, Tuhanlah yang menyebabkan bencana&amp;mdash;bencana-bencana itu berasal dari-Nya. Tuhan ingin memakai bencana untuk memusnahkan umat manusia yang jahat dan rusak ini. Inilah yang Tuhan ingin lakukan di akhir zaman. Orang yang tidak percaya tidak mengetahui ini, dan berpikir bahwa ini adalah bencana alam. Demikianlah, mereka memakai cara-cara manusiawi, upaya-upaya manusiawi untuk menyelamatkan diri mereka sendiri ketika bencana menimpa. Mereka berpikir mereka dapat menghindari kehancuran karena berbagai bencana dengan melakukan ini. Dan aku, yang bodoh, percaya kepada Tuhan tetapi sama sekali tidak mengetahui pekerjaan Tuhan. Aku berpikir satu-satunya hal yang perlu kulakukan adalah mengikuti langkah-langkah pencegahan dari orang-orang yang tidak percaya dan aku akan terlepas dari penderitaan yang diakibatkan oleh bencana dan selamat. Sungguh tidak masuk akal bahwa aku memiliki sudut pandang yang sama dengan orang tidak percaya! Bukankah sudah kuketahui bahwa jika orang yang tidak menjalankan tugas-tugas mereka dengan setia dan gagal melakukan perbuatan baik, mereka tidak akan terlihat baik di mata Tuhan? Tidak peduli betapa kuatnya manusia, betapa canggihnya langkah-langkah pencegahan mereka, atau betapa sempurnanya rencana penyelamatan diri mereka, pada akhirnya tidak ada yang sanggup untuk lolos dari bencana yang ditimpakan Tuhan atas manusia. Dari beragam tanggapanku terhadap ancaman bencana, jelas bahwa aku tidak memiliki &lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/testimonies/have-true-faith-in-God.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;iman sejati&lt;/a&gt; kepada Tuhan. Aku tidak memiliki pengertian yang sejati akan pekerjaan Tuhan di akhir zaman dan kemahakuasaan serta kedaulatan-Nya. Aku tidak tahu siapa yang Tuhan ingin musnahkan dalam bencana, atau yang Tuhan mau selamatkan, dan aku pun tidak menyadari bahwa di dalam bencana, hanya mereka yang setia kepada Tuhan dan telah melakukan cukup banyak perbuatan baik yang akan diselamatkan dari malapetaka. Karenanya, ketika ancaman bencana membayang, alih-alih merenungkan apakah aku sudah cukup melakukan perbuatan baik, setia kepada Tuhan, mencari kebenaran, dan telah menerima keselamatan dari Tuhan, aku menghabiskan seluruh waktuku memikirkan cara untuk menyelamatkan diriku sendiri. Tanpa kebenaran, betapa menyedihkannya diri kita jadinya!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Pada zaman Nuh, ketika Tuhan memusnahkan bumi dengan banjir, karena Nuh takut akan Tuhan dan menjauhkan diri dari kejahatan, membuat bahtera sesuai dengan kehendak Tuhan, menyerahkan segala sesuatu menurut perintah Tuhan, dan menunjukkan kesetiaannya yang penuh, ia dipandang oleh Tuhan sebagai orang baik. Karenanya, ketika bencana melanda, kedelapan anggota keluarganya diselamatkan. Di sini, aku teringat apa yang didiskusikan dalam &quot;Persekutuan dan Khotbah Mengenai Jalan Masuk Kehidupan,&quot; &quot;Jika engkau tidak menyiapkan perbuatan-perbuatan baik, ketika bencana menimpa, hatimu akan merasa gentar sepanjang hari. Tanpa perbuatan baik, hati manusia tidak menemukan penghiburan, dan ia tidak memiliki keyakinan atau kedamaian di hatinya. Karena ia belum mempersiapkan perbuatan baik, tidak ada damai dan sukacita sejati di hatinya. Orang yang berbuat jahat memiliki rasa bersalah dan kejahatan di hatinya. Semakin banyak perbuatan jahat yang mereka lakukan, semakin besar rasa bersalah mereka dan semakin takut mereka jadinya. Ketika bencana besar datang, engkau perlu melakukan lebih banyak kebaikan dan menyiapkan lebih banyak perbuatan baik agar hatimu terhibur dan damai. Hanya saat itulah engkau akan merasakan kedamaian dan penghiburan di hatimu kala bencana menimpa&quot; (&quot;Makna Penting di Balik Mempersiapkan Perbuatan Baik&quot; dalam Persekutuan dan Khotbah mengenai Jalan Masuk Kehidupan II). Ketika memikirkan betapa aku merasa gelisah dan cemas sepanjang hari, merasa takut akan kematianku sendiri dalam bencana, aku menyadari itu dikarenakan aku belum menjalankan tugasku dengan setia dan belum mempersiapkan perbuatan-perbuatan baik. Ketika mengerjakan tugasku, aku tidak sungguh-sungguh memikul beban untuk tugas yang dipercayakan kepadaku oleh gereja. Aku tidak pernah memenuhi tugasku dengan hati yang setia kepada Tuhan. Sebaliknya, aku telah menipu dan berurusan dengan Tuhan karena keinginan untuk memanjakan daging. Aku tidak mencurahkan banyak perhatian pada artikel-artikel yang dikirimkan kepadaku, melainkan merevisinya dengan serampangan dan sekadar berusaha menyelesaikan tugasku. Ketika aku melihat betapa kacau artikel-artikel yang ditulis oleh saudara-saudariku, aku tidak menuntun dan membantu mereka dengan tekun, tetapi sekadar menulis beberapa komentar, tidak peduli apakah mereka memahami komentar tersebut atau apakah komentar tersebut membantu. Sebaliknya, aku mengembalikan artikel-artikel itu kepada mereka secara terburu-buru, dan selanjutnya aku menerima semakin sedikit artikel untuk diedit. Akibatnya, pekerjaan mengedit menjadi menipis dan bahkan terhenti. Meskipun demikian, aku tidak merenungkan tindakanku, atau berusaha untuk mengidentifikasi atau memperbaiki sumber masalahnya, tetapi menyalahkan pemimpin, menyatakan bahwa masalah-masalah muncul karena ia kurang memberi perhatian pada pekerjaan editorial. Bagaimana aku memuaskan Tuhan dengan tindakan-tindakan semacam itu dan dengannya menenangkan hatiku? Dengan demikian, bagaimana aku bisa terlihat sebagai orang baik di mata Tuhan? Jika aku terus-terusan seperti ini dan tidak mengejar kebenaran dengan semestinya, gagal setia pada apa yang telah dipercayakan oleh gereja kepadaku, dan tidak mempersiapkan perbuatan baik yang memadai, aku pasti tidak akan mampu terbebas dari murka penghakiman Tuhan atas orang fasik sekalipun aku mengikuti tindakan pencegahan yang disiapkan orang-orang duniawi ketika bencana menghantam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Syukur kepada Tuhan atas bimbingan-Nya dalam membuka pikiranku, yang memungkinkanku untuk memahami bahwa hanya dengan melakukan tugasku secara semestinya dan menjalankan perbuatan-perbuatan baik yang memadai aku bisa memperoleh pembebasan dari penderitaan yang disebabkan oleh bencana dan tetap hidup. Inilah jalan satu-satunya. Di masa yang akan datang, aku ingin mengejar kebenaran dengan sepatutnya, bersikap sesetia mungkin dalam memenuhi tugas-tugasku, serta mempersiapkan cukup perbuatan baik untuk menyenangkan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Jika Anda ingin tahu lebih banyak, silakan hubungi kami:&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
1.Melalui Messenger Hubungi Kami:&lt;a href=&quot;https://www.messenger.com/login.php?next=https%3A%2F%2Fwww.messenger.com%2Ft%2F1678094015605774%2F%3Fref%3Dwebsite%26messaging_source%3Dsource%253Apages%253Amessage_shortlink&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;https://bit.ly/3dOiDkK&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
2.Hubungi kami di Whatsapp: +62-812-6457-0337&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://returnofjesus.at.ua/blog/way_to_avoid_disaster/2020-06-07-211</link>
			<category>Kilat dari Timur - Kesaksian</category>
			<dc:creator>leocuit8</dc:creator>
			<guid>https://returnofjesus.at.ua/blog/way_to_avoid_disaster/2020-06-07-211</guid>
			<pubDate>Sun, 07 Jun 2020 07:29:45 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Siapakah Penghalang di Jalan Menuju Kerajaan Surgawi?</title>
			<description>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Mengapa pendeta dan penatua kalangan keagamaan menentang dan mendakwa &lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tuhan Yang Mahakuasa&lt;/a&gt;?Sebab mereka membenci, memusuhi, dan tidak dapat menerima kebenaran yang diungkapkan &lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/God-s-incarnation-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;inkarnasi&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Tuhan Yang Mahakuasa.&amp;nbsp;Inilah fakta dan esensi yang sesungguhnya tentang cara pemimpin kalangan keagamaan melayani Tuhan, namun sekaligus menentang Dia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Mari kita bagikan artikel bersama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h1 itemprop=&quot;headline&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size:24px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Siapakah Penghalang di Jalan Menuju Kerajaan Surgawi?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h1&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;co...</description>
			<content:encoded>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Mengapa pendeta dan penatua kalangan keagamaan menentang dan mendakwa &lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tuhan Yang Mahakuasa&lt;/a&gt;?Sebab mereka membenci, memusuhi, dan tidak dapat menerima kebenaran yang diungkapkan &lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/God-s-incarnation-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;inkarnasi&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Tuhan Yang Mahakuasa.&amp;nbsp;Inilah fakta dan esensi yang sesungguhnya tentang cara pemimpin kalangan keagamaan melayani Tuhan, namun sekaligus menentang Dia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Mari kita bagikan artikel bersama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h1 itemprop=&quot;headline&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size:24px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Siapakah Penghalang di Jalan Menuju Kerajaan Surgawi?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h1&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Oleh Saudari Meng&apos;ai, Malaysia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Pada tahun meninggalnya suamiku, aku sangat putus asa, dan terutama aku mendapatkan beban tambahan membesarkan anak-anakku. Kesulitan tiba-tiba menimpa hidupku, tetapi aku memiliki kasih Tuhan yang menyertaiku selama ini dan, dengan bantuan saudara-saudariku, aku melewati masa sulit ini. Untuk membayar kembali kasih Tuhan, aku terus memberikan sumbangan dan melayani gereja, dan telah melakukannya selama lebih dari tiga puluh tahun. Pada saat ini, aku telah mengalami perkembangan pesat gereja dan melihat peristiwa mulia penyebaran Injil Tuhan Yesus. Aku juga telah menyaksikan kegersangan dan ketidakberdayaan di gereja. Aku mengingat kembali ketika Roh Kudus pertama kalinya mulai melakukan pekerjaan besar di gereja, ketika kami mengalami sukacita dan memperoleh banyak hal dari mendengarkan khotbah pendeta. Ada saling cinta di antara saudara-saudari seolah-olah kami semua satu keluarga, dan semua orang bersatu dalam menyebarkan Injil dan memberikan kesaksian kepada Tuhan. Kemudian, tanpa mengetahui apa yang telah terjadi, tidak ada lagi terang dalam apa yang dikhotbahkan oleh pendeta. Seolah-olah semuanya hanyalah cerita lama serupa yang diulang-ulang, dan orang-orang percaya tidak bisa mendapatkan pemeliharaan atau persediaan. Iman dan kasih mereka berangsur-angsur berkurang, dan semakin sedikit orang yang datang menghadiri kebaktian. Kami yang ikut serta dalam pelayanan juga sekadar melakukannya tanpa perasaan. Kami semua bertindak sesuai keinginan orang-orang yang ada dalam pelayanan dan sama sekali tidak bertindak melayani Tuhan, tetapi sebaliknya kami hanya mengupayakan diri kami di depan orang lain dan berusaha untuk menyenangkan mereka. Aku tahu bahwa pelayanan semacam ini tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, dan karenanya sangat menyakitkan bagiku. Aku juga merasa tidak berdaya, tanpa tahu bagaimana melangkah ke depan. Oleh karena itu, aku semakin berharap Tuhan akan datang kembali secepatnya, sehingga semua masalah ini akan terpecahkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Tepat ketika aku merasa kebingungan, pada tahun 2016 aku menyelidiki pekerjaan&amp;nbsp;Tuhan Yang Mahakuasa&amp;nbsp;pada akhir zaman. Aku membaca banyak&amp;nbsp;firman Tuhan&amp;nbsp;Yang Mahakuasa dan mendengarkan apa yang dipersekutukan oleh para saudara-saudari dari&amp;nbsp;Gereja Tuhan Yang Mahakuasa&amp;nbsp;dan apa yang mereka persaksikan, dan akhirnya aku mengerti bahwa Tuhan Yesus telah lama berinkarnasi dan masuk ke dalam dunia untuk mengungkapkan firman-Nya dan melakukan pekerjaan penghakiman akhir zaman yang dimulai di rumah Tuhan, dan Dia melakukan semua ini untuk sepenuhnya menyucikan dan menyelamatkan umat manusia dan membawa umat manusia ke dalam kerajaan surgawi. Firman Tuhan Yang Mahakuasa menjelaskan kepadaku tentang misteri kedatangan kembali Tuhan yang telah aku pikirkan selama bertahun-tahun. Aku mengerti bahwa kedatangan Tuhan terbagi menjadi dua bentuk berupa kedatangan secara rahasia dan kedatangan secara terbuka. Tuhan pertama-tama berinkarnasi sebagai Anak Manusia dalam kedatangan secara rahasia untuk mengungkapkan firman-Nya dan untuk menghakimi dan menyucikan manusia, dan untuk membuat sekelompok pemenang sebelum terjadinya bencana. Saat bencana besar terjadi, Dia akan membalas kebaikan dan menghukum kejahatan, dan Dia akan datang secara terbuka, menampakkan diri kepada semua bangsa dan masyarakat. Pada saat itu, pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi dalam kedatangan secara rahasia sudah akan berakhir, dan semua orang yang menentang dan mengutuk pekerjaan Tuhan pada akhir zaman akan menghadapi bencana dengan banyak tangisan dan kertakan gigi. Saudara-saudari juga bersekutu denganku tentang kebenaran seperti tiga tahap pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia, pentingnya inkarnasi Tuhan, dan bagaimana Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman pada akhir zaman. Aku kemudian mengerti mengapa sebelumnya, dalam melayani gereja, kami tidak mendapatkan bimbingan Tuhan, dan mengapa tidak ada jalan ke depan bagi kami dalam membaca Kitab Suci, doa, dan pelajaran Alkitab. Aku mengerti mengapa kami tidak merasakan kehadiran Roh Kudus. Tuhan sudah melakukan pekerjaan baru, mengakhiri Zaman Kasih Karunia dan membawakan Zaman Kerajaan. Roh Kudus tidak lagi bekerja di dalam gereja-gereja Zaman Kasih Karunia, sehingga roh orang-orang telah layu dan menjadi gelap, tanpa sukacita atau kepuasan apa pun, dan mereka tidak dapat memperoleh pemeliharaan apa pun dalam &lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/testimonies/personal-christian-devotion.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kehidupan rohani&lt;/a&gt; mereka. Berkat bimbingan dan arahan Tuhan aku dapat mengenali suara Tuhan dalam firman Tuhan Yang Mahakuasa, dan dengan senang hati aku menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman. Setelah itu, saudara-saudari sering membagikan firman Tuhan Yang Mahakuasa denganku di Internet. Melihat film, video tarian paduan suara, dan video musik yang diproduksi oleh Gereja Tuhan Yang Mahakuasa memberikan pemeliharaan yang luar biasa bagiku, dan aku berterima kasih kepada Tuhan dari lubuk hatiku karena telah menuntunku ke hadapan takhta-Nya. Aku menikmati digembalakan dan dipelihara oleh firman Tuhan, dan aku memasuki kehidupan yang penuh kebahagiaan dalam hidup bertatap muka dengan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://returnofjesus.at.ua/ezgif.com-resize-11.jpg&quot; /&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Suatu hari, seorang istri dari salah seorang pendeta di gereja tiba-tiba mengirimiku sebuah pesan, mengatakan, &quot;Mengapa engkau menyukai postingan &lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/gospel/eastern-lightning-come-from.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Kilat dari Timur&lt;/a&gt;? Engkau juga mengizinkannya diposting di linimasamu; itu bertentangan dengan kehendak Tuhan. Jika jemaat kita melihat postingan tentang Kilat dari Timur, dan menjadi tertarik pada firman Tuhan Yang Mahakuasa, mereka semua akan membaca tentang Kilat dari Timur, dan kemudian apa yang akan kita lakukan? Engkau tidak boleh berhubungan lagi dengan orang-orang Kilat dari Timur. Engkau harus segera menghapus informasi kontak mereka &amp;hellip;.&quot; Aku menjawab: &quot;Film-film, nyanyian pujian, dan video musik injil dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa semuanya cukup bagus, dan aku sudah mendapatkan banyak manfaat darinya. Aku harus menyukainya!&quot; Aku ingin mengirim lebih banyak pesan kepada istri pendeta tersebut, tetapi sebelum aku sempat menyelesaikan pesanku, dia mengatakan banyak hal yang menyerang dan mengutuk Tuhan Yang Mahakuasa, dan memfitnah Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Aku melihat bahwa dia tidak berkeinginan sedikit pun untuk menyelidiki masalah besar tentang kedatangan kembali Tuhan ini, tetapi hanya mengucapkan kata-kata penghakiman dan pengutukan apa pun yang menurutnya tepat. Aku tidak ingin membicarakan hal ini dengannya lagi, jadi aku ganti topik pembicaraannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Beberapa hari setelah kejadian ini, Pendeta Yang datang mencariku untuk mengajak bicara. Setelah berbasa-basi, Pastor Yang bertanya kepadaku, &quot;Apakah engkau telah menyelidiki kelompok agama lain di Internet?&quot; Aku tidak tahu mengapa Pastor Yang mengajukan pertanyaan itu kepadaku, dan aku berkata, &quot;Teman-temanku di Facebook memiliki banyak denominasi berbeda, dan jika aku pikir artikel yang mereka posting benar dan bagus, aku selalu berusaha untuk memahaminya dan melihat apakah ada terang baru di dalamnya. Apakah engkau sedang mengatakan kalau melakukan ini salah?&quot; Pastor Yang bertanya lagi, &quot;Apakah engkau pindah ke Kilat dari Timur dua tahun lalu? Mengapa engkau ingin menyelidiki Kilat dari Timur? Selain itu, apakah engkau sering pergi mencari entah siapa itu (seorang saudari yang telah menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, yang fotonya telah diposting dan yang telah dikutuk dan ditinggalkan oleh pendeta dari gereja awalnya)? &amp;hellip;&quot; Mendengar rentetan pertanyaan dari Pastor Yang, aku mulai merasa kesal, dan berkata, &quot;Gereja Tuhan Yang Mahakuasa itu bagus, dan di dalamnya ada kebenaran dan &lt;a href=&quot;https://id.kingdomsalvation.org/work-of-the-holy-spirit-work-of-satan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;pekerjaan Roh Kudus&lt;/a&gt;. Aku akan mengikuti di mana pun ada kebenaran dan pekerjaan Roh Kudus, dan ini pantas. Tidak ada terang baru di gereja kita, dan rohku menjadi gelap dan tidak dapat menemukan pemeliharaan apa pun di sana. Aku ingin menemukan sebuah gereja yang memiliki pekerjaan Roh Kudus, di mana hidupku dapat menerima makanan kebenaran. Ajaran Kilat dari Timur menarik bagiku, dan firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran. Mereka memungkinkanku untuk mendapatkan pemeliharaan. Aku tidak salah untuk menyelidiki Kilat dari Timur, dan aku bebas untuk melakukannya.&quot; Pastor Yang berkata, &quot;Apa yang dikhotbahkan oleh orang-orang Kilat dari Timur melangkahi Alkitab, dan tidak ada firman Tuhan selain yang ada dalam Alkitab. Jika apa yang mereka khotbahkan menyimpang dari Alkitab, maka itu salah.&quot; Aku berkata, &quot;Aku pernah mendengar seorang pengkhotbah mengatakan hal yang sama, dan aku dulu juga memiliki sudut pandang yang sama. Namun setelah membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, dan mendengarkan apa yang dipersekutukan oleh para saudara-saudari dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, aku akhirnya mengetahui bahwa pandangan ini hanyalah gagasan dan khayalan kita sendiri. Ini sama sekali tidak sejalan dengan kebenaran dan tidak sesuai dengan kenyataan. Tuhan itu mencakup segalanya, dan Tuhan kaya akan hikmat. Bagaimana kita bisa membatasi firman dan pekerjaan Tuhan hanya untuk Alkitab? Alkitab menyatakan: &apos;Dan ada pula banyak hal lainnya yang Yesus lakukan, yang jika ditulis satu per satu, menurutku seluruh dunia ini pun tidak cukup untuk memuat kitab-kitab yang ditulis itu&apos; (Yohanes 21:25). Kita dapat melihat di sini bahwa firman dan pekerjaan Tuhan yang tercatat dalam Alkitab terlalu terbatas cakupannya. Tidak semua yang dikatakan oleh Tuhan Yesus pada saat itu dituliskan dalam Alkitab, apalagi kata-kata yang diucapkan oleh Tuhan yang datang kembali. Selain itu, pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa dibangun di atas landasan yang diletakkan oleh Tuhan Yesus. Pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa dan Tuhan Yesus adalah pekerjaan dari satu Tuhan &amp;hellip;.&quot; Pendeta Yang tidak mendengarkan kata-kata yang aku sampaikan dan tidak tertarik sama sekali dalam mencari dan menyelidiki. Dia terus mengatakan hal-hal yang menentang dan mengutuk Tuhan Yang Mahakuasa dan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, dan dia bertanya kepadaku, &quot;Bagaimana engkau mengetahui tentang situs web Gereja Tuhan Yang Mahakuasa? Apakah engkau punya buku-buku mereka? Sudahkah engkau mengkhotbahkan pekerjaan Tuhan yang Mahakuasa kepada orang lain? Sudahkah engkau mengkhotbahkannya kepada anak-anakmu? Beri aku nama-nama orang-orang di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa &amp;hellip;.&quot; Dia juga menuntut agar aku jangan pernah lagi menghadiri kebaktian dengan orang-orang dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Jika aku tidak mendengarkannya dan terus berhubungan dengan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, maka dia akan mengusirku dari gereja, dia tidak akan pernah lagi membiarkanku pergi ke gereja mana pun dan benar-benar akan mencemarkan reputasiku. Aku terkejut dengan Pastor Yang yang aku lihat tepat di depanku. Bagaimana bisa Pendeta Yang, yang selalu begitu baik dan rendah hati, dan selalu mengucapkan kata-kata yang sangat lembut, berubah menjadi orang yang biadab dan tidak masuk akal? Aku mengatakan kepadanya, &quot;Menyelidiki kebenaran adalah hakku, dan tidak ada yang berhak untuk mencampuri hal ini. Adapun apakah ajaran Kilat dari Timur adalah cara yang benar atau tidak, engkau pertama-tama tidak boleh menghakimi dan mengutuknya secara membabi buta. Engkau bisa pergi dan menyelidiki sendiri di situs web Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, di sana mereka punya banyak konten. Ada semua jenis buku firman Tuhan. Lihatlah sendiri apakah firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah suara Tuhan Yesus yang datang kembali &amp;hellip;.&quot; Pastor Yang benar-benar tidak mau mendengarkan apa yang aku katakan, tetapi terus menentang dan mengutuk. Dia mengancamku, dengan mengatakan aku harus meninggalkan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Semakin berbicara, Pendeta Yang semakin melewati batas. Aku menjadi sangat marah dan berkata kepadanya, &quot;Tuhan Yesus berkata: &apos;&lt;strong&gt;Jangan menghakimi, maka engkau tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang engkau pakai untuk menghakimi, engkau akan dihakimi&lt;/strong&gt;&apos; (Matius 7:1-2). Jika engkau belum pernah menyelidiki firman dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa, bagaimana mungkin engkau bisa membuat penghakiman dan pengutukan apa pun yang engkau inginkan? Jika engkau bertindak seperti ini, apakah itu memuja Tuhan?&quot; Pendeta Yang melihat bahwa aku tidak mendengarkannya dan bahwa aku telah membantahnya, jadi dia tidak mengatakan apa-apa lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Pada hari-hari berikutnya, Pendeta Yang mulai mengawasiku. Ini membuatku khawatir, dan aku juga kehilangan kebebasanku dalam beragama. Di gereja, hanya ada satu lorong yang memisahkan kantor Pastor Yang dari kantorku. Dia terus mampir ke kantorku untuk melihat apa yang sedang aku lakukan, dan kadang-kadang dia akan mengatakan dia akan pergi ke toilet dan kemudian mengawasiku dari koridor. Suatu hari, dua saudari dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa datang ke kantorku untuk mengobrol. Setelah para saudari itu pergi, Pastor Yang pergi mencari asistenku. Asistenku kemudian memberi tahuku bahwa Pastor Yang bertanya kepadanya siapa kedua orang ini, dan mengapa mereka datang &amp;hellip;. Pastor Yang memperhatikanku sepanjang hari seolah-olah dia mengawasi seorang penjahat. Itu membuatku merasa sangat tertekan dan benar-benar tidak punya kebebasan. Suatu hari, aku tidak pergi ke gereja, dan ikut serta dalam sebuah pertemuan di Internet dengan beberapa saudara-saudari. Saat itulah, ketika aku sedang mencatat catatan pertemuan dengan sungguh-sungguh di ruang tamuku, Pendeta Yang tiba-tiba muncul di belakangku (pintunya sedikit terbuka, dan siapa pun yang datang dapat masuk ke ruangan) dan berkata, &quot;Apa yang engkau lakukan? Apa yang engkau tulis?&quot; Aku melompat ketakutan mendengar suara yang tiba-tiba dan tak terduga tersebut. Dalam hati aku merasa tidak nyaman karena diganggu olehnya sedemikian rupa, dan apa pun yang aku lakukan, aku tidak dapat kembali tenang. Aku sangat membencinya, dan berpikir: &quot;Menyelidiki ajaran yang benar dalam keyakinan seseorang kepada Tuhan adalah hal yang benar dan pantas, dan itu merupakan hak yang seharusnya dimiliki oleh orang Kristen.&quot; Roh Kudus tidak lagi bekerja di dalam gereja kami, dan roh para jemaat semuanya negatif, lemah, dan layu. Mereka hidup di lingkungan yang tenggelam ke dalam kegelapan, dan aku mencari sebuah gereja di mana Roh Kudus bekerja. Apa salahnya mencari jejak kaki Tuhan? Mengapa dia ingin mengawasiku? Kenapa dia tidak mau membiarkanku?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Pendeta itu tidak hanya mengawasi dan menggangguku, tetapi seorang penatua bahkan menghubungiku untuk melecehkanku. Dia memberi tahu, &quot;Apa yang dikhotbahkan oleh orang-orang dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa telah melangkahi Alkitab. Jika engkau percaya kepada Tuhan, engkau tidak boleh mengkhianati Tuhan, yang telah memberimu begitu banyak kebaikan. Engkau tidak boleh kehilangan hati nurani &amp;hellip;.&quot; Aku berkata ketus, &quot;Tuhan Yang Mahakuasa dan Tuhan Yesus adalah Tuhan yang satu dan sama, dan aku tentu saja tidak mengkhianati Tuhan Yesus dengan percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Aku hanya mengikuti jejak kaki Anak Domba &amp;hellip;.&quot; Namun, seperti apa pun aku berusaha menjelaskannya, penatua itu sama seperti pendeta. Selain mengatakan hal-hal yang mengutuk dan menghujat, dan menghalangiku untuk menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman, dia tidak mendengarkan sepatah kata pun dari persekutuan atau nasihatku. Aku tidak ingin berbicara dengannya lagi, jadi aku memikirkan alasan untuk menutup telepon. Namun penatua itu tidak membiarkan aku lolos. Dia terus menghubungi untuk melecehkanku dan mengatakan bahwa, dengan keyakinanku kepada Tuhan Yang Mahakuasa, aku telah melupakan kasih karunia Tuhan dan telah mengkhianati-Nya. Aku ingat apa yang dikatakan dalam Wahyu: &quot;&lt;strong&gt;Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba ke mana pun Dia pergi&lt;/strong&gt;&quot; (Wahyu 14:4). Atas dasar pekerjaan penebusan Tuhan Yesus, Tuhan Yang Mahakuasa sedang melakukan tahap pekerjaan penghakiman dan penyucian orang-orang melalui firman, dan penerimaanku akan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman menunjukkan dengan jelas bahwa aku sedang mengikuti jejak Anak Domba. Bagaimana mungkin ada yang mengatakan aku mengkhianati Tuhan Yesus? Pada mulanya, ketika Tuhan Yesus datang untuk melakukan pekerjaan, orang-orang yang percaya kepada Yahweh meninggalkan hukum Taurat dan mereka menerima Injil kerajaan surga yang sedang diberitakan oleh Tuhan Yesus. Mereka mengikuti Tuhan Yesus, tetapi apakah mereka telah melupakan keselamatan Yahweh? Apakah ini pengkhianatan terhadap Yahweh? Bukankah ini kerancuan? Setelah ini terjadi, pendeta itu sekali lagi mengirimiku beberapa pesan online yang menghujat, menentang, dan mengutuk Tuhan Yang Mahakuasa. Membaca kata-kata mengerikan seperti itu membuatku kembali merasa jijik dan geram. Hanya Iblis yang mampu mengucapkan penghujatan seperti itu, dan dalam kapasitas mereka sebagai pemimpin gereja, bagaimana mungkin mereka tidak takut kepada Tuhan dan berani mengatakan segala macam penghujatan itu? Ini mengingatkanku pada firman Tuhan Yesus: &quot;&lt;strong&gt;Tetapi jika ia berkata-kata melawan Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, tidak di dunia ini, ataupun di dunia yang akan datang&lt;/strong&gt;&quot; (Matius 12:32). Menghujat Tuhan adalah dosa besar dan mengerikan! Aku merasakan ketakutan yang melekat atas nama mereka, tetapi apa pun yang aku katakan, mereka hanya menutup telinga dan menolak mendengarkan apa pun. Mereka hanya terus mengutuk, menentang, dan menghujat. Aku tidak bisa memahaminya saja: Penatua dan pendeta itu sama-sama memiliki pengetahuan tentang Alkitab dan telah mempelajari teologi, dan firman Tuhan Yang Mahakuasa diucapkan dengan sangat jelas, jadi mengapa mereka tidak mencari tahu atau menyelidiki firman-Nya? Mengapa mereka sangat bersikeras mengutuk dan menentang Tuhan Yang Mahakuasa?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Dengan mengingat pertanyaan ini, aku pergi mencari saudara-saudari di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Saudari Lin bersekutu denganku, dengan mengatakan, &quot;Adapun mengapa penatua dan pendeta itu tidak mencari tahu atau menyelidiki pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman, tetapi sebaliknya mengutuk dan menentang-Nya secara gila-gilaan, Tuhan Yang Mahakuasa sudah lama menjelaskan esensi dan asal dari masalah ini. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: &apos;&lt;strong&gt;Apakah engkau sekalian ingin tahu apa akar masalahnya mengapa orang Farisi menentang Yesus? Apakah engkau sekalian ingin tahu substansi orang-orang Farisi? Mereka penuh dengan khayalan tentang Mesias. Terlebih lagi, mereka hanya percaya bahwa Mesias akan datang, tetapi mereka tidak mencari kebenaran tentang hidup. Jadi, sampai hari ini mereka masih menunggu Mesias, karena mereka tidak memiliki pengetahuan tentang jalan kehidupan, dan tidak tahu apa itu jalan kebenaran. Menurutmu sekalian, bagaimana orang-orang bodoh, keras kepala, dan bebal bisa mendapatkan berkat Tuhan? Bagaimana mereka bisa melihat Mesias? Mereka menentang Yesus, karena mereka tidak mengetahui arah pekerjaan Roh Kudus, karena mereka tidak mengetahui jalan kebenaran yang diucapkan Yesus, dan terlebih lagi, karena mereka tidak memahami Mesias. Karena mereka tidak pernah melihat Mesias, dan tidak pernah bersama-Nya, mereka membuat kesalahan dengan memberikan penghormatan kosong kepada nama Mesias sambil menentang substansi Mesias dengan segala cara. Orang-orang Farisi ini pada hakikatnya keras kepala, sombong, dan tidak mematuhi kebenaran. Prinsip kepercayaan mereka kepada Tuhan adalah: tidak peduli sedalam apa khotbahmu, tidak peduli setinggi apa otoritasmu, Engkau bukan Kristus kecuali jika Engkau disebut Mesias. Bukankah pandangan ini tidak masuk akal dan konyol?&lt;/strong&gt;&apos; (&quot;Saat Engkau Melihat Tubuh Rohani Yesus adalah Saat Tuhan Menciptakan Langit dan Bumi yang Baru&quot; dalam &quot;Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia&quot;). &apos;&lt;strong&gt;Lihatlah para pemimpin setiap denominasi. Mereka semua congkak dan merasa benar sendiri, dan mereka menafsirkan Alkitab di luar konteks dan sesuai dengan imajinasi mereka sendiri. Mereka semua bergantung pada karunia dan pengetahuan untuk melakukan pekerjaan mereka. Jika mereka tidak mampu berkhotbah, akankah orang-orang itu mengikuti mereka? Bagaimanapun, mereka memang memiliki suatu pengetahuan dan dapat berbicara sedikit tentang doktrin, atau tahu bagaimana merebut hati orang lain dan bagaimana menggunakan beberapa kelicikan, yang melaluinya mereka telah membawa orang ke hadapan mereka sendiri dan menipu mereka. Secara teori, orang-orang itu percaya kepada Tuhan&amp;mdash;tetapi pada kenyataannya mereka mengikuti para pemimpin mereka. Jika mereka bertemu dengan seseorang yang mengkhotbahkan jalan yang benar, sebagian dari mereka akan berkata, &quot;Kita harus berkonsultasi dengan pemimpin kita tentang iman kita.&quot; Iman mereka membutuhkan persetujuan manusia; bukankah itu masalah? Kalau begitu, menjadi apakah para pemimpin itu? Tidakkah mereka menjadi orang Farisi, gembala palsu, antikristus, dan batu sandungan bagi penerimaan orang akan jalan yang benar?&lt;/strong&gt;&apos; (&quot;Hanya Pengejaran Kebenaran merupakan Kepercayaan yang Sejati kepada Tuhan&quot; dalam &quot;Rekaman Pembicaraan Kristus&quot;). Ketika Tuhan Yesus pertama kali datang untuk melakukan pekerjaan-Nya, Dia diserang oleh kutukan dan penentangan gila-gilaan dari para pemimpin Yahudi&amp;mdash;para imam kepala, ahli Taurat, dan orang-orang Farisi. Pada akhirnya, mereka menyalibkan Tuhan Yesus. Leluhur orang-orang Farisi percaya kepada Tuhan dan merupakan ahli dalam hukum Taurat. Jadi mengapa mereka menentang dan mengutuk Tuhan Yesus, dan memakukan-Nya pada kayu salib? Kita bisa melihat dari firman Tuhan bahwa ini disebabkan oleh natur iblis mereka yang congkak, sombong, dan tidak tunduk pada kebenaran. Tuhan Yesus mengungkapkan begitu banyak kebenaran, dan mereka tidak mencari tahu atau menyelidikinya, tetapi malah menganut pandangan mereka sendiri. Keyakinan mereka kepada Tuhan hanya mengandalkan gagasan dan khayalan mereka sendiri, dan mereka menafsirkan Alkitab dengan mengambil ayat-ayat di luar konteks. Ini membuat mereka menjadi buta, dan tidak memperoleh pencerahan dari Tuhan. Mereka tidak tahu pekerjaan Roh Kudus, dan tidak memahami kebenaran, juga tidak bisa memahami suara Tuhan. Ini benar-benar membuat firman dalam Alkitab ini menjadi kenyataan: &apos;&lt;strong&gt;Dengan mendengar kamu akan mendengar, tetapi tidak akan mengerti; dan dengan melihat kamu akan melihat, tetapi tidak akan mengetahui: Karena hati bangsa ini menjadi tumpul, telinga mereka menjadi tuli, dan mata mereka telah tertutup&lt;/strong&gt;&apos; (Matius 13:14-15). Para pendeta dan penatua di lingkungan agama pada akhir zaman sama dengan orang-orang Farisi pada masa itu, karena apa yang mereka anggap penting adalah pengetahuan Alkitab dan teori teologis. Mereka mengandalkan pemikiran dan imajinasi mereka sendiri untuk menafsirkan firman Tuhan, dan untuk membatasi cara Tuhan akan datang kembali. Mereka dengan keras kepala berpegang teguh pada gagasan dan khayalan mereka sendiri dan tidak mencari kebenaran apa pun. Mereka tidak hanya tidak menyelidiki pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, tetapi mereka secara membabi buta menentang dan mengutuk-Nya, dengan demikian memperlihatkan sifat keras kepala dan natur Iblis mereka sendiri berupa kecongkakan dan permusuhan terhadap kebenaran. Mereka belajar teologi, memperlengkapi diri mereka dengan pengetahuan Alkitab, tetapi itu tidak berarti bahwa mereka mencintai kebenaran, juga tidak berarti bahwa mereka dapat menerima dan mematuhi kebenaran. Mereka menguraikan pengetahuan Alkitab dan teori teologis, satu-satunya tujuan mereka adalah meningkatkan kemasyhuran dan reputasi mereka sendiri. Mereka melakukannya untuk menjaga status mereka sendiri, dan membuat orang-orang percaya memandang mereka dengan hormat, memuja mereka, dan mengikuti mereka. Mereka melihat bahwa firman yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran, dan bahwa firman itu mampu menaklukkan dan menyelamatkan orang-orang, dan bahwa banyak orang yang mencintai kebenaran dan yang merindukan penampakan Tuhan telah membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa dan telah beralih kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Mereka percaya bahwa pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa adalah ancaman bagi status dan mata pencaharian mereka, dan karenanya mereka melawan dengan gila-gilaan dan melakukan yang terbaik untuk mengutuk dan menentang Tuhan Yang Mahakuasa. Mereka melakukan cara apa pun yang diperlukan untuk menghalangi dan mengacaukan orang-orang percaya agar tidak kembali kepada Tuhan Yang Mahakuasa dalam sebuah upaya untuk mendominasi umat pilihan Tuhan untuk selamanya. Inilah akar penyebab mengapa para penatua dan pengkhotbah tidak mencari tahu atau menyelidiki pekerjaan Tuhan yang Mahakuasa dan mengapa mereka dengan gila-gilaan menentang dan mengutuk Tuhan Yang Mahakuasa. Dapat dilihat dalam perbuatan jahat para pengkhotbah dan penatua yang menentang Tuhan bahwa mereka adalah orang-orang Farisi pada zaman kita, dan bahwa mereka adalah penghalang dan batu sandungan yang mencegah orang-orang percaya menerima jalan yang benar dan diangkat ke dalam kerajaan surgawi. Mereka adalah antikristus, yang menentang Tuhan dan menjadikan Tuhan musuh mereka, dan yang telah dinyatakan oleh pekerjaan Tuhan pada akhir zaman.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;Setelah mendengar firman Tuhan Yang Mahakuasa dan apa yang dipersekutukan oleh para saudari, aku membandingkannya dengan apa yang dikatakan dan dilakukan oleh para pendeta dan penatua. Aku melihat bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa diucapkan dengan cara yang sangat praktis dan bahwa, meskipun pendeta dan penatua fasih dalam hal Alkitab dan dapat menjelaskan Alkitab, itu tetap tidak berarti bahwa mereka memiliki pengetahuan tentang Tuhan. Mereka mengandalkan bakat dan pengetahuan alami dalam pekerjaan mereka untuk mengangkat diri mereka sendiri sehingga orang lain akan menyembah mereka dan mengikuti mereka. Di permukaan, mereka tampaknya melayani Tuhan, tetapi dalam kenyataannya, apa yang mereka layani adalah gagasan dan khayalan mereka sendiri, status dan mata pencaharian mereka sendiri. Melalui pendeta dan penatua yang berulang-ulang melecehkan dan menghalangiku, aku dapat memahami siapa mereka sebenarnya. Mereka adalah antikristus yang percaya kepada Tuhan tetapi tidak mencari kebenaran, dan yang melayani Tuhan tetapi menentang-Nya. Meskipun pendeta dan penatua belum menyerah melecehkanku sampai hari ini, aku telah melihat dengan jelas esensi antikristus sejati berupa permusuhan terhadap kebenaran dan penentangan kepada Tuhan. Aku tidak akan lagi membiarkan diriku dilecehkan atau dikendalikan oleh mereka, dan aku sepenuhnya yakin bahwa pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman adalah benar. Aku ingin mengikuti Tuhan Yang Mahakuasa sampai akhir, dan tidak pernah menyerah! Amin!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:20px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Jika Anda ingin tahu lebih banyak, silakan hubungi kami:&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
1.Melalui Messenger Hubungi Kami:&lt;a href=&quot;https://www.messenger.com/login.php?next=https%3A%2F%2Fwww.messenger.com%2Ft%2F1678094015605774%2F%3Fref%3Dwebsite%26messaging_source%3Dsource%253Apages%253Amessage_shortlink&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;https://bit.ly/3dOiDkK&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
2.Hubungi kami di Whatsapp: +62-812-6457-0337&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://returnofjesus.at.ua/blog/kerajaan_surga/2020-06-06-210</link>
			<category>Kilat dari Timur - Kesaksian</category>
			<dc:creator>leocuit8</dc:creator>
			<guid>https://returnofjesus.at.ua/blog/kerajaan_surga/2020-06-06-210</guid>
			<pubDate>Sat, 06 Jun 2020 13:33:51 GMT</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>